FAC News
Aset Gendut, INET Jadwal Dividen dari Laba 2025
EmitenNews.com - Sinergi Inti (INET) akan menebar dividen tunai Rp894,96 juta. Besaran dividen itu disisihkan sekitar 3,65 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp24,48 miliar. Oleh sebab itu, para investor akan menikmati dividen tunai Rp0,04 per lembar.
Kemudian, senilai Rp800 juta atau 3 persen dari laba bersih dicatat sebagai cadangan umum. Lalu, sisa laba bersih Rp22,79 miliar setara 93,35 persen dicatat sebagai laba ditahan. Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 19 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut.
Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Mei 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 2 Juni 2026. Cum dividen pasar tunai pada 3 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 4 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 3 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Pembayaran dividen pada 11 Juni 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, INET mengemas laba bersih Rp24,48 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp27,62 miliar. Dan, total ekuitas terkumpul Rp429,21 miliar.
Sementara itu, per 31 Maret 2026, INET mengemas laba bersih Rp13,65 miliar. Meroket 792 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,53 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar ikut menanjak menjadi Rp0,61 per lembar dari sebelumnya Rp0,20.
Pendapatan bersih Rp383,6 miliar, meroket 3.070 persen dari periode sama tahun lalu Rp12,1 miliar. Beban pokok pendapatan Rp337,61 miliar, bengkak 4.771 persen dari posisi sama tahun lalu Rp6,93 miliar. Laba kotor terkumpul Rp45,98 miliar, melenting 789 persen dari fase sama tahun sebelumnya Rp5,17 miliar.
Beban penjualan Rp1,04 miliar, bengkak dari Rp455,9 juta. Beban umum dan administrasi Rp16,05 miliar, bengkak dari Rp2,74 miliar. Beban usaha lain-lain Rp276,74 juta, drop dari sebelumnya dengan penghasilan Rp36,37 juta. Laba usaha Rp28,62 miliar, meroket dari Rp2,01 miliar.
Penghasilan keuangan Rp7,47 miliar, melambung dari Rp123,13 juta. Beban keuangan Rp18,5 miliar, bengkak dari Rp31,51 juta. Laba sebelum pajak penghasilan Rp17,59 miliar, melesat dari Rp2,1 miliar. Laba tahun berjalan Rp14,78 miliar, mengalami lonjakan secara signifikan dari Rp1,53 miliar.
Jumlah ekuitas Rp3,73 triliun, melambung 769,5 persen dari akhir tahun sebelumnya Rp429,21 miliar. Total liabilitas tercatat Rp1,96 triliun, bertambah dari akhir 2025 senilai Rp331,16 miliar. Jumlah aset Rp5,69 triliun, melangit 648 persen dari episode akhir tahun lalu Rp760,37 miliar.