FAC News
ANCARA LOGISTICS (ALII) RAIH KREDIT INVESTASI RP494,5 MILIAR DARI BRI
IQPlus, (21/4) - Emiten jasa transportasi laut dan transshipment, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), resmi mengumumkan perolehan fasilitas kredit investasi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan total nilai mencapai Rp494,5 miliar. Strategi kesepakatan ini telah efektif sejak 16 April 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Selasa (20/4), manajemen ALII menjelaskan bahwa fasilitas kredit tersebut komprehensif ke dalam dua skema utama. Pertama, fasilitas KI Refinancing senilai Rp294,5 miliar yang akan digunakan untuk melunasi sisa pinjaman di Bank Mandiri atas aset berupa tug boat, barge, dan Floating Transshipment Unit (FTU).Kedua, fasilitas KI Capex senilai Rp200 miliar yang dikhususkan untuk ekspansi armada. Perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk pengadaan 20 unit tug boat dan 6 unit barge melalui mekanisme pembelian maupun pembangunan baru.
“Langkah ini diambil seiring dengan peningkatan volume transportasi batu bara dan kebutuhan untuk memperkuat kapasitas operasional. Kami memilih fasilitas dari BRI karena menawarkan suku bunga yang lebih rendah dan struktur yang lebih kompetitif dibandingkan fasilitas sebelumnya,” tulis Direksi ALII dalam keterbukaan tersebut.
Adapun suku bunga yang disepakati adalah sebesar 7,5% efektif per tahun dengan jangka waktu kredit berkisar antara 60 hingga 69 bulan. Sebagai jaminan, ALII menjaminkan sejumlah armada kapal milik perseroan, unit FTU, serta jaminan perusahaan (corporate Guarantee) dari pemegang saham utama.
Transaksi ini diurutkan sebagai Material Transaksi sesuai POJK No. 17/2020 karena nilainya melebihi 20% dari ekuitas perseroan per 31 Desember 2025. Meski demikian, ALII menegaskan bahwa transaksi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena nilainya tidak melebihi ambang batas 50% dari ekuitas perusahaan. Melalui kerja sama ini, ALII optimistis dapat memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan efisiensi biaya keuangan secara optimal, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan secara berkelanjutan.