FAC News
Turis China Dilarang Masuk, Saham Hotel Berguguran
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten perhotelan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Senin (3/2/2020). Hal ini merespons terdampaknya sektor pariwisata maupun perhotelan akibat dari kebijakan pemerintah yang melarang penerbangan dari dan ke China.Larangan ini menindaklanjuti terkait meluasnya penyebaran virus korona yang telah merenggut 259 korban di China dan telah menyebar ke 21 negara.Saham emiten pengelola sejumlah hotel di Bali misalnya, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), terkoreksi 1,79% ke level Rp 55 per saham. Dalam sebulan terakhir, saham BUVA melemah 29,49%.Emiten hotel lainnya, PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) juga terjerembab 3,75% ke posisi Rp 77 per saham. Tapi, dalam sebulan terakhir, saham FITT masih menghijau dengan penguatan sebesar 11,59%.
Sementara itu, emiten hotel PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) juga terpantau melemah 4,44% ke level Rp 86 per saham. Sebulan terakhir, emiten hotel berkapitalisasi pasar Rp 354,87 miliar ini melemah 6,52%.Bila pemerintah melarang turis asal Negeri Tirai Bambu bukan tidak mungkin jumlah kunjungan wisman di tahun ini bakal melorot. Sepanjang 2019 saja, mengacu data yang dipublikasi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 16,11 juta kunjungan naik 1,88%. Dari jumlah tersebut, turis asal China menyumbang sebesar 2,07 kunjungan atau memberi kontribusi sebesar 12,86%.