IQPlus, (10/8) - Perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi, PT RMK Energy Tbk (IDX:RMKE) mengumumkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026 (1H 2026).
Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,6 triliun, tumbuh signifikan sebesar 176,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh peningkatan kontribusi dari segmen penjualan batu bara sebesar 72,1% dan segmen jasa batu bara sebesar 27,9%.
Segmen Penjualan Batu Bara Tumbuh Signifikan
Pada segmen penjualan batu bara, peningkatan pendapatan ditopang oleh kenaikan volume penjualan yang mencapai 1,7 juta ton, tumbuh 302,3% YoY, serta kenaikan harga jual rata-rata sebesar 15,1% YoY. Peningkatan volume dan harga jual tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan batu bara sepanjang semester pertama tahun 2026.
Segmen Jasa Logistik: Volume Hauling Melonjak, Dorong Muatan Barge
Sementara itu, pendapatan dari segmen jasa pengangkutan batu bara turut meningkat seiring dengan peningkatan volume hauling yang mencapai 1,4 juta ton, atau tumbuh 424,9% YoY. Peningkatan volume ini juga mendukung Perseroan dalam mencapai volume muatan tongkang sebesar 3,2 juta ton.
Laba Bersih Tumbuh Double Digit
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, RMKE berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp163,1 miliar sepanjang 1H 2026, tumbuh 86,2% YoY. Pertumbuhan laba bersih ini bahkan berlanjut lebih tinggi pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q 2026), dengan kenaikan sebesar 197,7% YoY menjadi Rp107,3 miliar.
Dari sisi profitabilitas usaha, laba usaha Perseroan dikontribusikan oleh segmen penjualan batu bara sebesar 36,3% dan segmen jasa batu bara sebesar 63,7%.
Arus Kas Operasional Positif, Struktur Permodalan Tetap Sehat
Perseroan juga berhasil menjaga arus kas dari aktivitas operasional tetap positif, dengan pertumbuhan sebesar 62,8% YoY menjadi Rp140,3 miliar. Di sisi lain, RMKE tetap menjaga kesehatan struktur permodalannya, tercermin dari rasio utang finansial terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) yang terjaga di level 0,55 kali.
Vincent Saputra, Direktur Utama PT RMK Energy Tbk menyampaikan bahwa segmen jasa memberikan kontribusi laba dengan margin yang lebih tinggi dibandingkan segmen penjualan batu bara, mencerminkan operating leverage yang melekat pada model bisnis logistik berbasis aset. Meski demikian, kedua segmen ini bersifat saling melengkapi, bukan saling bersaing sebagai pusat laba. Pertumbuhan volume jasa secara langsung mendorong peningkatan volume penjualan batu bara, karena volume jasa yang lebih baik memungkinkan Perseroan untuk menjual batu bara dalam volume yang lebih besar. Hubungan yang saling memperkuat antara segmen jasa dan penjualan ini memperkuat dasar laba RMKE secara keseluruhan, di mana masing-masing segmen saling mendukung pertumbuhan satu sama lain, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Optimisme Menyongsong Semester Kedua 2026
“Kami melihat tren yang jauh lebih baik pada kuartal kedua tahun ini, dengan pertumbuhan di seluruh segmen usaha yang kami miliki. Kami juga melihat iklim usaha yang akan semakin kondusif di sektor pertambangan, seiring dengan kebijakan Pemerintah yang jauh lebih jelas pada semester kedua tahun ini,” tutup Vincent.


