» Detail News

Rabu, 27 April 2016 - 09:49:17 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 998



Kinerja Keuangan Grup Astra Masih Menginjak Pedal


Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) masih mandek di awal tahun ini. Pada kuartal I 2016, ASII hanya mengantongi laba bersih Rp 3,11 triliun, merosot 22% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,9 triliun.

Laba bersih menyusut seiring penurunan pendapatan bersih sebesar 7% year on year (yoy) menjadi Rp 41,88 triliun.

Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII, mengatakan, sepanjang kuartal pertama tahun ini, Grup Astra mencatatkan penurunan pendapatan di bisnis alat berat, pertambangan dan agribisnis. Di saat yang sama, kontribusi pendapatan dari Toyota menurun.

"Profitabilitas turun karena kontribusi alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan otomotif melemah," kata Prijono dalam keterangan resmi, Selasa (26/4).

Nilai aset ASII per akhir Maret 2016 masih tumbuh 3% dibandingkan akhir tahun lalu. Nilai kas bersih, di luar grup jasa keuangan, juga naik dari Rp 1 triliun di akhir 2015 menjadi Rp 3,1 triliun di kuartal I 2016.

Sementara anak usaha perseroan di segmen jasa keuangan mencatatkan utang bersih Rp 42 triliun, turun dari Rp 44,6 triliun pada akhir Desember tahun lalu.

Prijono memperkirakan, ASII akan menghadapi sejumlah tantangan karena permintaan otomotif masih melemah, harga komoditas tertekan dan kualitas kredit korporasi di Bank Permata, salah satu anak usaha ASII, cenderung menurun.

Kontribusi laba bersih sektor otomotif yang menjadi bisnis utama ASII menurun 3% (yoy) menjadi Rp 1,58 triliun di kuartal I 2016. Ini karena permintaan otomotif selama tiga bulan pertama rendah. Di saat yang sama, Astra juga mengurangi diskon untuk mengerek margin.

Penjualan mobil Grup Astra selama kuartal pertama tahun ini menurun 7% (yoy) menjadi 127.000 unit dan pangsa pasar menyusut dari 49% menjadi 48%. Adapun penjualan motor hanya turun tipis, masih lebih baik ketimbang penurunan penjualan nasional sebesar 6% (yoy).

Alhasil, pangsa pasar kendaraan roda dua ASII masih naik dari 68% ke 72%. Sektor jasa keuangan mencatatkan kontribusi laba bersih Rp 641 miliar, merosot 46% (yoy). Laba bersih bisnis alat berat dan pertambangan juga anjlok 55% (yoy) menjadi Rp 442 miliar.

Adapun bisnis teknologi & informasi turun 8% (yoy) menjadi Rp 34 miliar. Sedangkan laba bersih sektor agribisnis serta infrastruktur, logistik dan lainnya masih tumbuh masing-masing 168% (yoy) menjadi Rp 333 miliar dan 128% (yoy) menjadi Rp 82 miliar.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

asii




    Berita Terkait :

  • Penjualan Mobil ASII Kuartal I Turun 7,2 % Yoy
  • Awal Tahun, Pangsa Pasar ASII Tergerus
  • Astra Mulai Berlari Kencang di Bisnis Tol
  • Anak Usaha Astra Siap Rights Issue
  • ASII Anggarkan Capex Rp 13,6 Triliun Tahun Ini