» Detail News

Jumat, 01 Maret 2019 - 11:12:57 WIB

Posting by : Deny
Category    : Economic News - Reads : 221



BCA Bukukan Laba Bersih Rp 25,9 Triliun


PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak laba bersih sebesar Rp25,9 triliun sepanjang 2018, tumbuh 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp23,3 triliun.”BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2018 di tengah kondisi likuiditas sektor perbankan yang mengetat dan tren kenaikan suku bunga," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja di Jakarta, kemarin.

Peningkatan laba bersih ditopang oleh pendapatan operasional BCA yang mampu tumbuh 10,6% menjadi Rp63 triliun pada tahun lalu dibandingkan 2017 Rp57 triliun. Secara lebih rinci, pendapatan bunga bersih naik 8,3% menjadi Rp45,3 triliun dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 17% mencapai Rp17,7 triliun. Pada 2018, portofolio kredit BCA juga mengalami peningkatan sebesar 15,1% menjadi Rp538 triliun tersebut didukung oleh tingginya kebutuhan kredit usaha. Kredit korporasi tumbuh sebesar 20,4% menjadi Rp213,3 triliun pada akhir 2018 dan kredit komersial dan UKM meningkat 13,4% menjadi RP183,8 triliun.

BCA mencatat pertumbuhan kredit usaha yang lebih tinggi, baik pada kredit investasi maupun modal kerja. Meskipun dihadapkan pada peningkatan suku bunga, kredit konsumer tumbuh 9,7% menjadi Rp140,8 triliun. Pada segmen konsumer, Kredit Perumahan Rakyat (KPR) mampu tumbuh sebesar 12% menjadi Rp87,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 4,4% menjadi Rp40 triliun.

Pada periode yang sama, pembiayaan kartu kredit tumbuh mencapai 11,8% menjadi Rp12, 9 triliun. Kendati penyaluran kredit tumbuh positif, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat berada pada level 1,4% atau masih berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima.”Kami tekankan kehati-hatian dalam penyaluran kredit dalam meraih peluang dari permintaan kredit yang lebih tinggi selama tahun 2018,"kata Jahja.

Tahun ini, perseroan tengah mempersiapkan rencana akuisisi bank BUKU I. Maka untuk mendapatkan persetujuan aksi korporasi tersebut dari pemegang saham, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada Juni 2019.

Jahja menjelaskan bahwa akuisisi tersebut memang perlu mendapatkan persetujuan pemegang saham. Sebab aksi korporasi tentu akan memberi dampak pada perusahaan, salah satunya terhadap harga saham BCA."Relatif material. Material itu bukan dari segi value yaa. Material itu kalau sampai mempengaruhi saham. Nah kita kan tidak tahu, waktu kita announce BCA terpengaruh apa tidak. Jadi kita tidak berani ambil resiko. Sebab itu kita harus persetujuan RUPS dulu, baru sesudah itu kita announce ke market," jelas dia.

Dia menjelaskan bahwa pasca akuisisi bank tersebut tidak akan tetap berdiri sendiri alias tidak dimerger dengan anak usaha BCA. Sementara untuk lini bisnis yang akan digarap bank bersangkutan, masih sedang dikaji. "Kita belum tentukan, bisa digital, bisa well management, bisa mikro bisa UKM. Pokoknya kita akan pilih salah satu fokus, saya belum mau komen," ungkapnya.

 

Sumber : www.NERACA

  Tag :

bbca




    Berita Terkait :

  • Bakal Caplok Bank Royal, Saham BCA Naik & Diborong Asing
  • Terungkap! Ini Bank yang akan Diakuisisi oleh BCA
  • Saham BBCA & HMSP Pendorong Utama IHSG Sesi I
  • Pekan Lalu Dibanting, Kini Investor Borong Saham Bank BCA
  • Net Sell Tembus Rp 1,1 T, Saham UNTR dan BBCA Dilepas Asing