» Detail News

Senin, 12 Maret 2018 - 08:20:40 WIB

Posting by : Fransiska Lintang
Category    : Market News - Reads : 216



Laba Bersih PGAS Tergerus 53%


PT Perusahaan Gas Negara Tbk. membukukan penurunan laba bersih sebesar US$143,15 juta pada 2017 atau tergerus 52,96% dari raihan US$304,32 juta pada 2016.

Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang dipublikasikan Jumat (9/3), emiten berkode saham PGAS itu mengantongi pendapatan neto sebesar US$2,97 miliar atau setara Rp40,24 triliun dengan asumsi kurs sebesar Rp13.548 per dolar AS. Pendapatan PGAS pada tahun lalu naik 1,36% year on year dari sebelumnya US$2,93 miliar atau setara Rp39,37 triliun.

Kendati pendapatan meningkat, laba bruto perusahaan menurun menjadi US$797,23 juta dari sebelumnya US$886,94 juta. Pasalnya, beban pokok naik menuju US$2,17 miliar dari sebelumnya US$2,05 miliar.

Sementara itu, laba bersih perusahan menurun 52,96% yoy menjadi US$143,15 juta atau setara Rp1,94 trilin. Pada 2016, PGAS meraih laba bersih senilai US$304,32 juta atau setara Rp4,09 triliun.

Sekretaris Perusahaan Perusahaan Gas Negara Rachmat Hutama menyampaikan, pendapatan perusahaan pada 2017 terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$2,4 miliar serta penjualan minyak dan gas sejumlah US$472,8 juta.

Adapun, EBITDA pada 2017 mencapai US$830 juta. Nilai itu naik 2,85% yoy atau sebesar US$23 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$807 juta.

"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian saat ini,“ paparnya, Jumat (9/3).

Selama periode Januari—Desember 2017, PGAS menyalurkan gas bumi sebesar 855,5 BBTUD. Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 771,55 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 83,95 BBTUD.

Rachmat mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, perusahaan optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Pada tahun ini, PGAS akan tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan pemanfaatan secara nasional. P

ada kuartal IV/2017, infrastruktur pipa gas PGAS bertambah sepanjang lebih dari 175 km, sehingga saat ini mencapai lebih dari 7.450 km atau setara dengan 80% pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga.

Dalam periode Oktober—Desember 2017, PGAS telah meyelesaikan fasilitas penunjang pasokan gas di Pasuruan, pengembangan pipa gas bumi di sejumlah kawasan industri wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Batam. Selanjutnya, pengembangan infrastruktur untuk menunjang kehandalan penyediaan listrik PLN di Tanjung Priok.

Beberapa proyek infrastruktur masih dalam tahap pelaksanaan, mulai dari proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 kilometer, termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km, dan pemasangan pipa distribusi di wilayah Gresik sepanjang 11 km. Selain itu, PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Kepulauan Riau.


Sumber : www.bisnis.com

  Tag :




    Berita Terkait :

  • PP Holding Migas Akhirnya Terbit, PGN Kini Tak Lagi BUMN
  • Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga Negatif
  • Laba Bersih BCA Tembus Rp 23,3 Triliun Sepanjang 2017
  • Sampai Februari 2018, ADHI Kantongi Kontrak Baru Rp1,32 Triliun
  • Emiten Jasa Tambang Petrosea (PTRO) Kantongi Kontrak Rp5,28 Triliun