FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Laba Melejit 101 Persen, PGUN Siap Penuhi Free Float 15 Persen

Administrator - 09/06/2026 13:44

EmitenNews.com - Pradiksi Gunatama (PGUN) bersiap memenuhi ketentuan saham publik (free float). Itu sejalan dengan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. Di mana, PGUN wajib memenuhi ketentuan free float 12,5 persen paling lambat 31 Maret 2027, dan meningkat menjadi 15 persen pada 2028.

Saat ini, kepemilikan saham publik alias masyarakat di PGUN berada di level 7,62 persen. Nah, guna  memenuhi sisa kekurangan sekitar 4,88 persen pada tahap awal, PGUN bersama pemegang saham pengendali telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik secara bertahap, dan terukur, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, dan kepentingan seluruh pemegang saham.

Manajemen PGUN meyakini peningkatan porsi saham publik tidak sekadar memenuhi regulasi bursa, melainkan akan berdampak positif pada likuiditas perdagangan saham PGUN, memperluas akses pendanaan jangka panjang, memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), dan mengoptimalkan valuasi jangka panjang perusahaan.

Dengan fundamental keuangan kuat, tingkat leverage rendah, dan prospek industri tetap positif, PGUN optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Sepanjang 2025, PGUN mencatat penjualan bersih Rp792,72 miliar, tumbuh 7 persen dibanding akhir 2024 tercatat Rp738,57 miliar. Laba kotor meningkat 27 persen menjadi Rp277,30 miliar dari tahun sebelumnya Rp218,92 miliar, dengan margin laba kotor naik ke level 35 persen. 

Laba bersih melonjak 101 persen menjadi Rp159,31 miliar dari tahun sebelumnya Rp79,18 miliar. Itu mencerminkan keberhasilan dalam memanfaatkan momentum harga komoditas kondusif, dan menjaga efisiensi operasional. Pertumbuhan itu, ikut meningkatkan laba per saham dasar menjadi Rp27,76 per lembar. 

Kinerja positif tersebut berlanjut pada triwulan I 2026. PGUN membukukan penjualan bersih Rp166,54 miliar, dan laba bersih Rp32,48 miliar, mencerminkan keberlanjutan fundamental usaha solid.

Di sisi neraca keuangan, posisi modal atau ekuitas terus menguat mencapai Rp1,95 triliun per 31 Maret 2026 dengan rasio pinjaman terhadap ekuitas alias Debt to Equity Ratio (DER) sangat aman di level 0,17x. 

Dari sisi operasional kebun, total produksi Tandan Buah Segar (TBS) sepanjang 2025 tercatat 238.404 Metrik Ton (MT), tumbuh 7 persen dibanding akhir 2024 sebesar 223.235 MT. Peningkatan itu, berkat pemeliharaan dan pemupukan tanaman optimal. Nah, dari hasil olahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), PGUN memproduksi 50.286 ton minyak sawit (CPO), dan 9.707 ton inti sawit (PK) pada 2025. Seluruh produk diserap 100 persen pasar domestik alias lokal.

Direktur Utama Pradiksi Gunatama, Jonet Budiarto, menyebut capaian 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis di tengah dinamika industri kelapa sawit. “Kami bersyukur menutup 2025 dengan pertumbuhan laba bersih lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Perseroan akan terus fokus pada peningkatan produktivitas kebun, efisiensi operasional, dan penguatan tata kelola perusahaan guna menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya.

Filter