FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

DANANTARA AKTIF BELI SAHAM BERFUNDAMENTAL KUAT

Administrator - 03/02/2026 09:36

IQPlus, (3/2) - Badan Pengelola Investasi (BP) Danantara Indonesia terus aktif membeli saham-saham berfundamental kuat dan valuasi yang dinilai menarik sebagai upaya memberikan sinyal kepercayaan kepada pasar modal di tengah dinamika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Danantara terus melakukan pembelian saham secara selektif, dengan fokus pada emiten yang memiliki arus kas sehat, fundamental yang solid, serta tingkat likuiditas yang memadai.

“Danantara sudah aktif juga di pasar hari ini, kita aktif membeli saham-saham yang dinilai memiliki valuasi yang menarik, perusahaan yang baik dengan cash flow yang baik, dan juga dengan fundamental dan likuiditas yang baik,” kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir di BEI, Jakarta, Senin.

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai besaran dana yang dipilih maupun sektor saham yang dibeli, Pandu enggan mengungkapkan detail tersebut.

"Kita tidak mungkin bicara itu (nilai dan saham apa yang diborong), kemarin ada pertanyaan yang sama. (Yang jelas) kita aktif membeli saham-saham yang cash flow-nya bagus, memiliki profil bisnis yang bagus, valuasi yang baik, dan likuiditas yang baik," kata dia.

Meski IHSG pada Senin (2/2) tercatat mengalami koreksi, Pandu menilai masih terdapat sinyal positif di pasar, terutama pada saham-saham berfundamental kuat yang mencatatkan aksi net buy.

Menurutnya, pergerakan indeks yang berada di zona merah dalam jangka pendek perlu disikapi secara proporsional, mengingat kondisi fundamental emiten dan valuasi saham dinilai masih relatif terjaga, khususnya untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

"Kami melihat saham-saham di Indonesia menarik karena ekonominya juga bagus, dan saya merasa valuasinya juga sangat menarik," kata dia.

Pandu juga mencatat bahwa tekanan yang terjadi di pasar saham pada hari ini tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi secara lebih luas di kawasan Asia. Selain itu, tekanan pada harga komoditas juga mempengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

“Yang kemarin saya berbicara bahwa ada uninvestable aset atau saham yang dibicarakan oleh MSCI itu, sekarang kalau dilihat adalah peningkatan investasi dari institusi, baik dari dalam dan luar negeri, untuk saham-saham yang memiliki fundamental, likuiditas, dan cashflow yang baik,” kata Pandu.

Filter