IQPlus, (4/8) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sedang mengerjakan proyek pembangunan sebanyak lima Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Timur, dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,16 triliun.
Kelima Sekolah Rakyat itu berada di empat kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tuban, serta Kota Surabaya.
“Sesuai Arah pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga lingkungan pendidikan terpadu. Maka kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara,” ujar Direktur Operasi II WSKT Paulus Budi Kartiko dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Paulus mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat semakin memperkuat rekam jejak perseroan sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun untuk menghadirkan infrastruktur penuh manfaat bagi bangsa.
“Ke depan, kami terus berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Paulus.
Dalam kesempatan ini, Waskita Karya melaporkan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya di Jawa Timur yang dibangun oleh perseroan sudah mulai digunakan oleh para siswa dan pengajar sekolah tersebut.
Sepuluh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/07).
Paulus menjelaskan pengerjaan Proyek SRT merupakan bagian dari investasi membangun bangsa, sehingga perseroan berusaha merampungkan sekolah berkapasitas 370 siswa tersebut secepat mungkin dengan hasil terbaik.
“Hampir 4.500 tenaga kerja kami kerahkan guna menyelesaikan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian demi mengejar bangunan agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada bulan Agustus,” ujar Paulus.
Ia menjelaskan perseroan menggunakan metode half slab pada pekerjaan pelat lantai dua, mempercepat distribusi material memakai hiab crane, lalu melakukan pengecoran dengan pompa beton dan mobile crane.
“Dipasang pula struktur rangka atas baja sekaligus percepatan penyambungan daya listrik PLN melalui penyesuaian tata letak panel sesuai standar teknis,” jelas Paulus.


