IQPlus, (18/9) - Perusahaan manufaktur dan perdagangan peralatan rumah tangga, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP), resmi mengumumkan rencana lelang saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham tresuri. Langkah korporasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi yang dipublikasikan, Jumat (18/9).
Dalam pengumuman resminya, perseroan berencana mengeluarkan sebanyak 192.334.900 lembar saham tresuri, yang setara dengan 7,69 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh. Saham-saham tersebut merupakan hasil dari program buyback yang dikumpulkan sejak tahun 2024 hingga berakhir pada April 2025 dengan harga rata-rata perolehan Rp156 per lembar saham.
Penjualan seluruh saham tresuri ini akan dilaksanakan di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 25 September 2026 hingga paling lambat 21 April 2028. Untuk pelaksanaan transaksi penjualan tersebut, SCNP telah menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai Anggota Bursa yang dipilih sebagai perantara pedagang efek (agen penjual).
Direksi SCNP menjelaskan bahwa aksi korporasi ini bertujuan utama untuk memenuhi ketentuan free float sekurang-kurangnya 15 persen sesuai Peraturan BEI Nomor IA. Selain itu, penjualan saham ke publik ini diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan dan likuiditas saham SCNP di bursa, sekaligus memperkuat modal kerja (modal kerja) dan operasional perusahaan dari dana hasil penjualan.
Guna menjaga perdagangan di pasar modal, skema penjualan telah diatur dengan ketat melalui regulasi volume harian maksimal 20 persen dari total saham tresuri atau sebanyak 38.466.980 lembar per hari. Selain itu, transaksi harian hanya diperbolehkan berlangsung 30 menit setelah pembukaan hingga 30 menit sebelum penutupan bursa.
Mengenai ketentuan harga jual, manajemen SCNP menegaskan bahwa harga eksekusi tidak boleh lebih rendah dari harga rata-rata buyback terdahulu sebesar Rp156 per saham. Penetapan harga juga Merujuk pada harga penutupan satu hari sebelum penjualan atau rata-rata harga penutupan selama 90 hari terakhir dengan batas diskon maksimal 7,5 persen, mengambil mana yang lebih tinggi.
Apabila seluruh saham tresuri berhasil terserap oleh pasar sebelum tanggal 21 April 2028, perseroan akan segera menghentikan periode penjualan. Selanjutnya, manajemen yang dipimpin Direktur Utama SCNP, Djamarwie, akan merilis Laporan Hasil Pelaksanaan secara resmi kepada publik dan OJK.


