IQPlus, (12/10) - PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX: MBMA) dengan bangga mengumumkan laporan eksplorasi untuk triwulan ketiga yang berakhir pada 30 September 2026.
Teddy Nuryanto Oetomo Presiden Direktur MBMA dalam keterangan tertulisnya (9/10) menuturkan MBMA memiliki portofolio aset-aset yang berkualitas tinggi dalam rantai nilai bahan baku baterai yang terletak di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, Indonesia. Aset-aset utama MBMA terdiri dari:
-Tambang Nikel Sulawesi Cahaya Mineral (Tambang SCM)
-Rotary Kiln-Electric Furnace Smelters (RKEF Smelters)
-Fasilitas Konverter Nikel Matte (Nikel Matte)
-Operasi Acid Iron Metal (Operasi AIM)
perkiraan biaya eksplorasi yang dikeluarkan untuk Tambang SCM adalah sebesar IDR58,18 miliar (setara dengan sekitar US$3,26 juta), terdiri dari kegiatan untuk menghasilkan sumber daya umur dan uji coba terkait di area Tambang SCM, Konawe, Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral.
Adapun metode yang digunakan adalah Pengeboran dari permukaan (Diamond Drilling) pemetaan geologi, pengambilan sampel permukaan, dan survei geofisika (Ground Penetration Radar/GPR) dan Selama Q3, telah diselesaikan sebanyak 1.607 lubang bor inti dengan total kedalaman pengeboran mencapai 41.289 meter.
Teddy menambahkan Rencana Tindak Eksplorasi lanjutan adalah Program pengeboran berlian akan terus dilaksanakan untuk mendukung kegiatan pendefinisian sumber daya mineral dan eksplorasi. Pengeboran pengisian sumber daya mineral akan dilakukan untuk meningkatkan tingkat keyakinan dan klasifikasi sumber daya mineral, sedangkan eksplorasi eksplorasi akan difokuskan pada identifikasi penambahan potensi sumber daya mineral. Kegiatan eksplorasi regional, termasuk pemetaan geologi dan survei GPR, juga akan terus dilakukan untuk mengidentifikasi potensi mineralisasi nikel laterit baru di dalam wilayah IUP.


