Beranda Berita BEI : TUJUH PERUSAHAAN ANTRE GELAR IPO D...

BEI : TUJUH PERUSAHAAN ANTRE GELAR IPO DI PASAR MODAL INDONESIA

Regulasi IPO Senin, 31 Agustus 2026 2 menit baca 34 views
BEI : TUJUH PERUSAHAAN ANTRE GELAR IPO DI PASAR MODAL INDONESIA

IQPlus, (31/8) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia, per 28 Agustus 2026.

"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline Pencatatan saham BEI,"ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dari tujuh perusahaan dalam antrean IPO, Saidu mengungkapkan sebanyak tiga perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, dua perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Adapun klasifikasi skala aset perusahaan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi tujuh perusahaan antrean IPO, Saidu memperkirakan sebanyak empat perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor industri.

Hingga 28 Agustus 2026, BEI melaporkan terdapat tujuh perusahaan yang telah melakukan IPO dengan dana yang dihimpun total senilai Rp2,16 triliun.

Dengan demikian, total perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia saat ini tercatat sebanyak 963 perusahaan.

Sementara itu, BEI mencatat publikasi sebanyak 122 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp112,00 triliun hingga 28 Agustus 2026.

Hingga periode tersebut, Saidu mengungkapkan terdapat 14 emisi dari 9 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.

Sementara itu, untuk aksi right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), terdapat 15 perusahaan yang telah melakukan aksi right issue dengan total nilai Rp15,85 triliun hingga 28 Agustus 2026

Dalam antrean right issue, terdapat satu perusahaan yang akan melakukan aksi right issue yaitu terdiri dari sektor properti.

Butuh Bantuan?