Beranda Berita BEI CATAT INVESTOR SAHAM TUMBUH 16,83 PE...

BEI CATAT INVESTOR SAHAM TUMBUH 16,83 PERSEN CAPAI 10,05 JUTA SID

Berita Pasar BEI Senin, 10 Agustus 2026 2 menit baca 17 views
BEI CATAT INVESTOR SAHAM TUMBUH 16,83 PERSEN CAPAI 10,05 JUTA SID

IQPlus, (10/8) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan jumlah investor saham mencapai 10.052.059 Single Investor Identification (SID) hingga 7 Agustus 2026, bertambah sebanyak 1.447.882 SID atau tumbuh 16,83 persen persen year to date (ytd) dibandingkan posisi akhir tahun 2025.

"Pencapaian ini semakin luasnya inklusi pasar modal di Indonesia, seiring dengan masyarakat dalam investor di pasar modal,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Untuk jumlah investor pasar modal Indonesia secara keseluruhan, BEI melaporkan mencapai sebanyak 30.274.265 SID hingga 7 Agustus 2026, bertambah 9.926.440 SID atau tumbuh 48,78 persen persen (ytd) dibandingkan posisi akhir tahun 2025.

Total keseluruhan investor pasar modal tersebut terdiri dari investor saham, investor obligasi, investor reksa dana, investor Exchange Traded Fund (ETF), serta investor produk derivatif.

Sebagai upaya mendorong penguatan investor, BEI menyelenggarakan rangkaian kegiatan Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 pada Rabu (5/8) pekan ini, sebagai upaya mendukung peningkatan free float emiten melalui penguatan komunikasi dan keterhubungan antara emiten dengan investor, termasuk investor institusi.

Acara tersebut mempertemukan tujuh emiten dengan investor yang difasilitasi melalui partisipasi 13 Anggota Bursa (AB) serta perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI).

Seperti, rangkaian acara terdiri atas sesi presentasi perusahaan dan one-on-one meeting yang memberikan kesempatan bagi emiten untuk memaparkan profil, kinerja, strategi bisnis, dan prospek usahanya, sekaligus membuka ruang dialog secara langsung dengan investor.

“Melalui forum ini diharapkan terciptanya komunikasi yang lebih terbuka, pertukaran informasi yang konstruktif, serta hubungan yang semakin kuat antara emiten dan investor, sehingga dapat mendukung peningkatan free float, likuiditas perdagangan saham, dan pendalaman pasar modal Indonesia,” ujar Kautsar.

Butuh Bantuan?