» Detail News

Rabu, 13 Juli 2016 - 10:37:20 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 827



INDY Gandeng Investor di Proyek PLTU Cirebon


PT Indika Energy Tbk (INDY) menggandeng co-investor baru di proyek Pembangkit Listrik Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon CEP-2 berkapasitas 1 x 1.000 MegaWatt (MW). Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko beban pendanaan dalam proyek bernilai US$ 2 miliar tersebut.

INDY akan menjual kepemilikan sahamnya di PT Prasarana Energi Indonesia (PEI) melalui dua anak usaha INDY, yakni PT Indika Multi Energi Internasional (IMEI) dan PT Indika Energy Infrastructure (IEI).

Dua anak usaha itu akan menjual 2.100 saham atau 75% kepemilikannya di dalam Prasarana Energi Indonesia ke investor baru, yakni PT Imeco Multi Prasarana (IMP). Kedua belah pihak sudah meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBB) akhir bulan lalu.

Ada hubungan afiliasi dari transaksi ini. Imeco didirikan dan dipimpin oleh Wiwoho Basuki Tjokronegoro, yang juga merupakan salah satu pemegang saham utama INDY dan sekaligus menjabat sebagai Komisaris INDY.

Sebagai informasi, Prasarana Energi Indonesia merupakan perusahaan yang memiliki 25% hak partisipasi (participating interest) secara tidak langsung pada proyek PLTU yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat itu. Prasarana Energi Indonesia menguasai 25% saham melalui anak usaha PT Prasarana Energi Cirebon.

Direktur Utama INDY, Arsjad Rasjid mengatakan, kebutuhan dana untuk proyek ini harus dipenuhi dengan segera. Sehingga, dengan membagi 25% hak partisipasi di proyek itu dengan Imeco, resiko pembiayaan menjadi lebih minim. Namun, Arsjad belum menyebutkan nilai jual beli saham tersebut.

"Dengan penjualan saham ini, kami bisa sharing resiko. Juga bisa bersama-sama mencari pendanaannya. Selain itu, cash flow bisa lebih terjaga," ujar Arsjad kepada KONTAN, Selasa (12/7).

Financial closing rampung Agustus

Saat ini, proyek PLTU CEP-2 digarap oleh PT Cirebon Energi Prasarana (CEPR). Selain INDY, sisa saham proyek PLTU ini dimiliki oleh Marubeni Corporation sebesar 35%, Samtan Co. Ltd. sebesar 20%, Korea Midland Power Co. Ltd. sebesar 10%, dan Chubu Electric Power Co. Ltd, sebesar 10%.

Arsjad mengatakan, financial closing proyek PLTU tersebut ditargetkan rampung pada bulan Agustus mendatang. "Kami harapkan bisa berjalan tepat waktu. Kami juga sudah mendapat dukungan pemerintah yang cukup baik," imbuhnya.

Rencananya, sebanyak 80% dari investasi proyek atau sekitar US$ 1,6 miliar akan didanai project financing, salah satunya adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Pada akhir tahun lalu, konsorisum itu telah meneken Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PT PLN (Persero) untuk proyek tersebut.

Produksi listrik yang dihasilkan pada periode operasi komersial, yang direncanakan dimulai pada tahun 2020, akan dibeli oleh PLN. PPA ini juga mengatur mekanisme penjualan tenaga listrik dari konsorsium kepada PLN selama 25 tahun sejak tanggal operasi komersial.

Sebelumnya, INDY juga sudah mengoperasikan PLTU Cirebon 1 dengan kapasitas 660 MW selama tiga tahun. Sementara di bisnis batubara, tahun ini INDY menargetkan bisa memproduksi 32 juta ton batubara.

Saham INDY ditutup naik 5,56% ke level Rp 570 per saham pada perdagangan Selasa (12/7).


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

indy




    Berita Terkait :

  • Moody's: Peringkat INDY Akan Dipangkas