» Detail News

Jumat, 17 Mei 2019 - 15:39:46 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 81



Sepekan Meroket 79%, Saham Alfa Energi Masuk Pengawasan BEI!


 Saham emiten perdagangan dan pertambangan batu bara PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) akhirnya masuk pengawasan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Sebagai informasi, UMA adalah aktivitas perdagangan atau pergerakan harga saham yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu yang menurut penilaian BEI dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Pada awal perdagangan sesi II, data BEI menunjukkan harga saham FIRE naik 6,16% menjadi Rp 12.500/saham dengan nilai transaksi Rp 112,96 miliar dan volume perdagangan 8,93 juta saham.


Pada pukul 15.10 WIB, saham FIRE minus 0,42% di level Rp 11.725/saham dengan nilai transaksi Rp 114,86 miliar dan volume perdagangan 9,08 juta saham.

Selama sepekan, harga saham perusahaan meroket 78,57%, di mana jika ditilik lebih detail, harga saham FIRE mulai melesat sejak 14 Mei 2019.

Salah satu faktor utama yang mendorong pelaku pasar berburu emiten batu bara tersebut dikarenakan pada tanggal 14 Mei Morgan Stanley (MS) mengumumkan akan memasukkan saham FIRE ke dalam daftar indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Small Cap.

Alasan utama suatu saham masuk dalam daftar tersebut, karena mudah diperdagangkan atau likuid, meskipun fundamental perusahaan belum tentu baik, terlebih lagi mengingat bahwa industri batu bara Indonesia mengalami tantangan yang cukup besar pada tahun ini

Sepanjang tahun lalu, pendapatan perusahaan melesat lebih dari empat kali lipat (342,87% YoY) menjadi Rp 783,59 miliar dari pencapaian tahun 2017 sebesar Ro 176,93 miliar.

Akan tetapi, meskipun penjualan meroket, FIRE masih mencatatkan kerugian yang cukup besar yaitu Rp 2,94 miliar. Kerugian tahun lalu, bahkan lebih besar dibanding kerugian tahun 2017 yang hanya Rp 1,05 miliar.

Lebih lanjut, prospek industri batu bara tahun ini masih menunjukkan tren negatif dikarenakan harga batu bara dunia terus mengalami koreksi. Secara year to date harga batu bara Newcastle tercatat anjlok 16,77% dibandingkan tahun lalu

Sumber : www.CNBC

  Tag :




    Berita Terkait :

  • Lepas Aset Suryacipta Karawang Fase IV, Surya Semesta (SSIA) Siap Kantongi Rp325 Miliar
  • Semen Baturaja Bagi Dividen Rp 18,97 Miliar
  • Lautan Luas Tebar Dividen Rp 40 Per Saham
  • Bank BRI Bagikan Dividen Rp 16,17 Triliun
  • BI: Dana Asing Keluar Rp 11 T dalam 4 Hari