» Detail News

Rabu, 11 Mei 2016 - 09:19:56 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 958



Emiten Otomotif Sulit Menginjak Pedal Gas


Kinerja emiten otomotif sepanjang kuartal I 2016 masih tertekan. Penjualan mobil selama tiga bulan pertama tahun ini hanya mencapai 267.227 unit, turun 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan kendaraan roda dua menurun 6,2% menjadi 1,5 juta unit.

Laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 22% periode kuartal I tahun ini menjadi Rp 3,11 triliun. Ini seiring penurunan pendapatan bersih 7% menjadi Rp 41,88 triliun, dibanding periode sama tahun lalu.

Kinerja ASII yang loyo ini lantaran turunnya kontribusi dari bisnis otomotif, teknologi informasi, jasa keuangan serta segmen alat berat dan pertambangan. Kontribusi laba bersih sektor otomotif yang menjadi bisnis inti ASII turun 3% ke posisi Rp 1,58 triliun meski ASII mengurangi diskon untuk mengerek margin.

Penjualan mobil perseroan di kuartal I turun 7% menjadi 127.000 unit dan pangsa pasar turun dari 49% menjadi 48%. Penurunan ini akibat masih rendahnya permintaan otomotif selama tiga bulan pertama tahun ini.

Sedangkan penjualan sepeda motor hanya turun tipis meskipun penjualan secara nasional turun 6%. Alhasil pangsa pasar sepeda motor ASII masih naik dari 68% menjadi 72%.

PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) masih mencatat kenaikan laba bersih 53,39%. Tapi, pertumbuhan laba ini disebabkan oleh penurunan beban pokok penjualan dan beban pajak penghasilan serta laba dari entitas asosiasi.

Pendapatan IMAS turun 11,1% dari Rp 5,04 triliun menjadi Rp 4,18 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan turun 20,2% menjadi Rp 3,5 triliun.

David Nathanael, analis First Asia Capital, mengatakan, sektor otomotif tahun ini masih akan tertekan karena permintaan belum membaik di tengah daya beli masyakarat yang masih lemah. Sementara aroma persaingan di industri ini juga semakin panas.

Menurut David, dua emiten dari sektor otomotif tidak hanya mencetak penurunan penjualan tapi juga mengalami penurunan pangsa pasar selama kuartal I kalah dari otomotif merek Honda yang terus meningkat akibat berbagai strategi penjualan.

Tahun ini, dia melihat prospek Honda akan lebih baik dibanding prospek dua emiten otomotif. Sedangkan prospek ASII diperkirakan masih stagnan.

"Namun strategi-strategi baru yang dilakukan ASII seperti peluncuran produk baru akan mendorong bisnis otomotif dalam dua atau tiga tahun ke depan," kata David kepada KONTAN, Senin (9/4).

David melihat, prospek bisnis IMAS belum akan membaik karena emiten ini kurang agresif.

William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya, melihat, prospek otomotif tahun ini masih bisa tumbuh, meski tidak terlalu signifikan. Pasalnya daya beli masyarakat belum membaik. William memperkirakan, prospek emiten otomotif tahun ini masih akan lesu.

Dia bilang, pertumbuhan emiten sektor ini akan tergantung pada strategi yang dilakukan IMAS maupun ASII di tengah tantangan yang ada. "Kalau mereka bisa melakukan strategi, misalnya mengisi segmen yang belum banyak pemainnya, mereka akan bisa tumbuh tahun ini," jelasnya.

William merekomendasikan hold saham IMAS dan ASII. Adapun David merekomendasikan hold saham ASII dalam jangka pendek dan buy dalam jangka panjang. Sedangkan pada saham IMAS, David merekomendasikan sell.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

asii,imas




    Berita Terkait :

  • Penjualan IMAS Turun 11% di Kuartal I 2016
  • Grup Astra Ubah Fokus ke Tiga Sektor
  • Kinerja Keuangan Grup Astra Masih Menginjak Pedal
  • Penjualan Mobil ASII Kuartal I Turun 7,2 % Yoy
  • Awal Tahun, Pangsa Pasar ASII Tergerus