» Detail News

Kamis, 28 April 2016 - 10:29:32 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 990



Grup Astra Ubah Fokus ke Tiga Sektor


PT Astra International Tbk (ASII) mulai mengubah strategi bisnis untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. Tahun ini, Grup Astra mulai fokus ekspansi di bisnis infrastruktur, logistik dan properti.

ASII mengerek belanja modal atau capital expenditure (capex) di sektor tersebut hingga 152% menjadi Rp 5,3 triliun tahun ini. Pada 2015, sektor infrastruktur, logistik dan properti menyerap capex Rp 2,1 triliun.

Tahun ini, secara total ASII mengalokasikan belanja modal Rp 13,7 triliun atau melonjak 37% dibandingkan capex tahun lalu, senilai Rp 10 triliun. "Fokus kami bergeser ke arah infrastruktur, logistik dan properti.

Capex untuk segmen ini setara 39% total capex, tahun lalu masih 21% dari total capex," ungkap Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII, Rabu (27/4).

Adapun 20% total capex mengalir ke sektor otomotif, 15% ke agribisnis dan 21% untuk anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) dan sisanya bisnis lain. Seluruh kebutuhan capex akan didanai dari kas internal perseroan.

Tahun ini, ASII mengalokasikan Rp 1,6 triliun dari capex sektor infrastruktur, logistik dan properti untuk merampungkan pembangunan menara Astra dan Anandamaya Residence.

"Menara Astra ditargetkan rampung tahun depan dan Anandamaya Residence diharapkan selesai Maret atau Juni 2018," ujar Direktur ASII, Paulus Bambang Widjanarko.

Adapun Rp 1,3 triliun dari capex untuk menyelesaikan jalan tol Mojokerto–Kertosono sepanjang 40,5 km di bawah kendali PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) dan ruas tol Semarang–Solo sepanjang 72,6 km milik PT Trans Marga Jateng (TMJ).

Saat ini, perseroan menguasai empat ruas tol. Selain MHI dan TMJ, Astra memiliki konsesi jalan tol Tangerang–Merak sepanjang 72,4 km di bawah PT Marga Mandalasakti (MMS) dan jalan tol Kunciran–Serpong sepanjang 11,2 km yang dikelola PT Marga Trans Nusantara (MTN).

Ruas Tangerang–Merak sudah beroperasi, sementara Kunciran-Serpong belum dibangun. ASII belum membangun ruas tol ini, karena pembebasan lahannya baru 46%. Sisa belanja modal infrastruktur akan digunakan untuk proyek lain, termasuk membidik proyek baru.

Saat ini, ASII bersama konsorsiumnya telah memenangkan proyek Serpong–Balaraja sepanjang 31 km. "Kami pegang porsi 25% di tol tersebut. Saat ini masih dalam proses pembentukan BPJT," ujar Paulus.

David Nathanael Sutyanto, analis First Asia Capital menilai, prospek ASII tahun ini masih tertekan karena bisnis intinya, yakni otomotif, melambat. Menurut dia, pertumbuhan bisnis non otomotif tidak bisa menutupi penurunan sektor otomotif.

Namun, strategi ASII meningkat ekspansi bisnis infrastruktur, logistik dan properti dinilai positif. "Dalam dua tahun lagi prospek ASII akan positif," kata dia.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

asii




    Berita Terkait :

  • Kinerja Keuangan Grup Astra Masih Menginjak Pedal
  • Penjualan Mobil ASII Kuartal I Turun 7,2 % Yoy
  • Awal Tahun, Pangsa Pasar ASII Tergerus
  • Astra Mulai Berlari Kencang di Bisnis Tol
  • Anak Usaha Astra Siap Rights Issue