» Detail News

Rabu, 13 Februari 2019 - 10:21:34 WIB

Posting by : Deny
Category    : Market News - Reads : 22



Ada Kasus Korupsi, Saham Jasa Marga & Waskita Karya Merosot


Harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pada perdagangan hari ini terkoreksi. Kasus korupsi yang merembet ke jajaran direksi kedua perusahaan menjadi sentimen negatif perdagangan hari ini. 

Harga saham JSMR tercatat turun 1,49% ke level harga Rp 4.950/saham. Volume perdagangan saham 1,58 juta saham senilai Rp 7,83 miliar. 

Lalu saham WSKT terkoreksi 2,36% ke level Rp 1.865/saham. Volume perdagangan saham tercatat mencapai 35,64 juta saham senilai Rp 66,65 miliar. 


Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Desi Arryani terkait kasus dugaan korupsi 14 proyek infrastruktur di PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Desi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Waskita Karya dalam kasus yang melibatkan mantan pejabat Fathor Rachman. 

"(Lokasi yang digeledah) rumah Dirut Jasa Marga yang merupakan mantan kepala divisi dan mantan direksi Waskita Karya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, seperti dikutip dari Detikcom, Selasa (12/2/2019).

Selain itu, KPK menggeledah rumah dua pensiunan PNS Kementerian PUPR. Penggeledahan itu dilakukan sejak Senin (11/2) hingga hari ini.

"Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan terhadap tersangka FR (Fathor Rachman) dalam kasus tindak pidana korupsi pelaksanaan pekerjaan kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya," ucapnya.

Febri menyatakan KPK menyita sejumlah dokumen. Nantinya barang yang disita bakal digunakan untuk kebutuhan pembuktian dugaan kontraktor fiktif di sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya tersebut.

KPK sebelumnya menetapkan dua eks pejabat pada PT Waskita Karya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi sejumlah proyek infrastruktur lama. Keduanya ialah Fathor Rachman selaku Kepala Divisi II PT Waskita Karya 2011-2013 dan Yuly Ariandi Siregar selaku Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya 2010-2014.

Diduga ada 14 proyek infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya yang dikorupsi. Korupsi itu diduga terjadi karena kedua tersangka diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk menggarap pekerjaan fiktif.

Menurut KPK, ada dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp 186 miliar. Berikut sejumlah proyek yang diduga dikorupsi:

1. Proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir, Bekasi, Jawa Barat
2. Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22, Jakarta
3. Proyek Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara
4. Proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat
5. Proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta
6. Proyek PLTA Genyem, Papua
7. Proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1, Jawa Barat
8. Proyek Flyover Tubagus Angke, Jakarta
9. Proyek Flyover Merak-Balaraja, Banten
10. Proyek Jalan Layang Non-Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta
11. Proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W1, Jakarta
12. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali
13. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali
14. Proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur. 
 

Sumber : www.CNBC

  Tag :

jsmr,wskt




    Berita Terkait :

  • Rumah Dirut Digeledah KPK, Saham Jasa Marga (JSMR) Awali Perdagangan di Zona Merah
  • Kinerja Jasa Marga diprediksi akan moncer setelah menaikkan tarif 15 ruas tol
  • Optimistis 2019, Waskita Beton Bidik Kontrak Baru Rp 10,39 T
  • Terinspirasi LRT Palembang, Waskita Bidik Proyek di Filipina
  • Waskita Karya Menyiapkan Belanja Modal Rp 26 Triliun