» Detail News

Senin, 11 Februari 2019 - 15:39:05 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 37



Adhi Karya Lepas 2 Anak Usaha IPO di Semester 2


PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bakal mendivestasikan kepemilikan dua anak usahanya pada semester kedua tahun ini dengan mekanisme penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Dua anak perusahaan ini yakni PT Adhi Persada Gedung (APG) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP) yang sama-sama bergerak di bidang konstruksi bangunan.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan APG akan terlebih dahulu go public yang menurut rencana pencatatannya (listing) akan dilakukan pada Juli-Agustus tahun ini.


Adapun ACP akan menyusul pada November mendatang.

"Untuk IPO sedang proses, APG targetnya Juli-Agustus listing-nya. Perusahaan ini ditargetkan memperoleh proyek dari dalam [perusahaan atau captive] dan luar. Dari Adhi itu targetnya dalam 10 tahun bisa deliver Rp 80 triliun jadi Rp 8 triliun per tahun," kata Budi di Jakarta, Senin (11/2).

Di sisi lain, untuk ACP dikhususkan untuk mencari peluang proyek mengembangkan wilayah yang berdekatan dengan angkutan masal alias transit oriented development (TOD).

Belum lama ini perusahaan juga telah menyuntikkan modal senilai Rp 3 triliun untuk ACP. Perusahaan ini tengah memulai pemasaran untuk proyeknya. Beberapa proyek lainnya juga saat ini dalam proses pengembangan dan perizinan.

Sebetulnya rencana IPO dua anak usaha ADHI ini tertunda dari tahun lalu di tengah kondisi pasar modal yang kurang positif. Tahun lalu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk dalam 3 tahun terakhir setelah minus 2,54%, padahal tahun 2017 dan 2016 IHSG masih memberikan return 19,99% dan 15,32%.


Sumber : www.CNBC

  Tag :

adhi




    Berita Terkait :

  • Holding Infrastruktur: WSKT, ADHI, & JSMR Siap Ganti Status
  • Adhi Karya Garap Proyek PDAM Dumai - Kejar Pertumbuhan Kontrak Baru
  • Proyek LRT Jabodetabek tahap I mencapai 55,9% pada akhir 2018
  • Adhi Karya (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp 24,8 triliun tahun lalu
  • Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 92,27%