» Detail News

Jumat, 11 Januari 2019 - 14:00:34 WIB

Posting by : Deny
Category    : Market News - Reads : 17



Pasca-IPO, Estika Tata Tiara (BEEF) Optimalkan Pendanaan Dari Pasar Modal


PT Estika Tata Tiara Tbk. baru melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 376,86 juta saham dengan harga perdana saham Rp340 per saham, pada Kamis (10/1/2019). Pascaresmi melantai di bursa, emiten dengan kode saham BEEF ini akan mengoptimalkan pendanaan dari pasar modal untuk mendorong kinerja perusahaan. 

Direktur Utama Estika Tata Tiara Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan bakal mencari dana-dana murah dengan memaksimalkan pendanaan dari pasar modal. Setelah IPO, perusahaan tidak menutup kemungkinan mencari pendanaan baru melalui skema pendanaan seperti penerbitan obligasi maupun MTN. 

"Semua rencana ada. Ada obligasi, MTN, tetapi masih rencana," katanya, Kamis (10/1/2019). 

Sebelum resmi IPO, perseroan mengandalkan pendanaan dari perbankan, selain leasing untuk pengadaaan mesin-mesin. Namun, pendanaan dari perbankan yang terbatas menghambat perseroan untuk melakukan ekspansi. 

Tahun ini, BEEF mengalokasikan belanja modal sebesar Rp100 miliar yang berasal dari dana hasil IPO, serta Rp45 miliar dari perbankan. Di samping itu, perusahaan telah memiliki komitmen dengan perusahaan leasing untuk pengadaan mesin-mesin. 

Perseroan memasang target penjualan sebesar Rp1,4 triliun pada tahun ini atau meningkat 55,5% dari perkiraan realisasi penjualan pada tahun lalu sekitar Rp900 miliar. Adapun, laba bersih pada tahun ini ditarget Rp80 miliar, meningkat sekitar tiga kali lipat dari perkiraan laba bersih tahun sebelumnya sekitar Rp20 miliar - Rp25 miliar. 

Senada, Direktur Independen Estika Tata Tiara Frederik Wattimena mengatakan, perseroan akan memaksimalkan akses pasar modal untuk pendanaan. Sebagai tahap awal, perlu dilakukan pemeringkatan perusahaan.  "Perkiraan kinerja tahun ini tumbuh 4 kali lipat. Perlu dana yang cukup banyak untuk menjaga pertumbuhan," katanya. 

Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas John Octavianus mengatakan, valuasi perusahaan pada saat IPO yakni Rp640 miliar dengan Price to Earning (PER) 8 kali. Adapun, investor berasal dari institusi dan ritel dengan komposisi seimbang. Investor institusi didominasi oleh Asset Management dan Dana Pensiun. 

"Kami hanya target investor dalam negeri. Komposisinya kami buat seimbang [antara institusi dan ritel] agar harga kinerja saham di pasar sekunder tetap terjaga dengan baik," katanya.

Sumber : www.BISNIS

  Tag :




    Berita Terkait :

  • AKSI EMITEN 11 JANUARI: Emiten Kapal Kembangkan Layar, JPFA Siapkan Capex Rp3 Triliun
  • Saham TLKM Pendorong Utama IHSG Sesi I, FOOD Terkuat
  • Kurs Rupiah Menguat 9 Poin
  • Akhir Sesi I, IHSG Naik 0,19%
  • IHSG Ditutup Menguat 0,9%