» Detail News

Selasa, 08 Januari 2019 - 12:11:08 WIB

Posting by : Deny
Category    : Market News - Reads : 19



Minimalisir Auto Reject Saham IPO, Perbesar Porsi Ritel


Pelaku pasar menilai upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevisi aturan mengenai penentuan jumlah alokasi saham dalam penawaran di pasar primer atau perdana, bisa menimalisir auto reject pada saat saham tersebut ditransaksi di pasar sekunder.

Direktur Utama Jasa Utama Capital Sekuritas Deddy Suganda Widjaja mengatakan aturan ini akan diterapkan mulai April 2019 nanti. Dalam aturan ini disebutkan bahwa alokasi untuk pooling allotment diperbesar dan fixed allotment sudah diberikan pembatasan.

"Nantinya dengan electronic bookbuilding tidak mungkin auto reject di hari pertama," kata Deddy di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/1).


Menurut dia, dalam aturan ini disebutkan bahwa emiten dengan nilai penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di bawah Rp 100 miliar wajib mengalokasikan pooling allotment sebanyak 15%. Namun, menurut dia Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) mengharapkan adanya penyesuaian alokasi menjadi hanya sebesar 10% saja.

"OJK minta segitu (15%) APEI minta 10%," imbuh dia.

Pooling allotment ini merupakan alokasi yang disediakan penjamin emisi untuk investor ritel. OJK mengharapkan alokasi untuk investor ritel ini lebih besar dengan tujuan untuk menjaga aktivitas perdagangan yang lebih likuid.




Sumber : www.CNBC

  Tag :

ipo




    Berita Terkait :

  • Membuka IPO 2019, Saham Sentra Food (FOOD) Langsung ARA
  • Sentra Food Lepas 250 Juta Saham Ke Publik - Cari Modal di Bursa
  • Japnas Janjikan 4 Anggotanya IPO di 2019 - Sambut Baik Kemudahaan UKM
  • Distribusi Saham Yang Salah Pemicunya - Tren Saham IPO Auto Reject
  • CALON EMITEN: Sentral Mitra Tetapkan Harga Rp285 per Saham