» Detail News

Senin, 10 Desember 2018 - 16:12:26 WIB

Posting by : Deny
Category    : Economic News - Reads : 200



Japnas Janjikan 4 Anggotanya IPO di 2019 - Sambut Baik Kemudahaan UKM


Dukung industri pasar modal dan mendorong lebih banyak perusahaan tercatat di pasar modal, Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) mengungkapkan empat anggotanya berencana akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. “Saat ini sudah kita amati ada empat perusahaan yang sedang proses persiapan untuk melantai di bursa,”kata Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional, Bayu Priawan Djokosoetono di Jakarta, kemarin.

Dia juga menambahkan, pihaknya berharap bisa merealisasikan pencatatan perdana empat anggota di BEI dapat dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang. Lebih rinci, empat perusahaan tersebut terdiri dari perusahaan alat erat, kontraktor, modal ventura, dan kuliner. Dimana pada aksi korporasi tersebut, empat perusahaan yang bakal IPO atau go public sudah menunjuk perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sebagai upaya meningkatkan daya saing perusahaan,Japnas terus mendorong anggota untuk melakukan IPO. Meski pihaknya mengakui cukup sulit menjadikan UKM perusahaan terbuka."Sebenarnya UKM kalau untuk IPO itu mereka salah satu kendalanya adalah bisnis sustainabilitydan juga capacityyang kurang cukup," tuturnya.

Meski begitu, Bayu menambahkan bahwa dengan sudah adanya inovasi kemudahan IPO bisa meminimalisir keraguan pelaku usaha. Disampaikannya, Japnas sejak awal didesain untuk memiliki program kerja dan aktivitas organisasi yang menjurus pada upaya meningkatkan skala bisnis anggotanya. Beberapa diantaranya seperti, melaksanakan business matching, capacity building, pemetaan potensi usaha, hingga kerja sama business to business (B2B).”Ini merupakan peluang bagus bagi kami para pelaku UKM untuk berkembang. Namun, tentu untuk mendorong pelaksanaan kebijakan, perlu didukung seluruh pemangku kebijakan," kata Bayu.

Saat ini, diketahui masih sedikit UKM yang sudah melantai di bursa. Sebaliknya, kontribusi sektor UKM terhadap perekonomian Indonesia, terbilang cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, UKM mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 114 juta orang dari 58 juta unit usaha. Untuk itu, Bayu menilai kebijakan regulator untuk memudahkan UKM melantai di bursa masih perlu digencarkan sosialisasinya. Apalagi, diakui bahwa selama ini masih banyak pengusaha UKM yang belum memahami tata cara untuk go public.

Diakuiya, masih sedikit UKM yang memahami tata cara untuk mencatatkan saham di bursa, ditambah lagi adanya berbagai persyaratan yang masih harus dipenuhi UKM, sehingga membuat mereka agak ragu. Selain sosialisasi, Bayu berharap BEI dapat memberikan keringanan persyaratan bagi UKM untuk go public. Sehingga BEI dan para asosiasi diharapkan bisa duduk bersama untuk membahas kebutuhan UKM agar bisa melantai di bursa. "Kita semua ingin melihat semakin banyak UKM yang melantai di bursa. Sehingga, syarat syarat yang sekiranya menghalangi harus dicari titik temunya," tandasnya.

Sumber : www.NERACA

  Tag :

ipo




    Berita Terkait :

  • Distribusi Saham Yang Salah Pemicunya - Tren Saham IPO Auto Reject
  • CALON EMITEN: Sentral Mitra Tetapkan Harga Rp285 per Saham
  • PASAR MODAL 2019: Pipeline IPO Tembus 45 Perusahaan
  • Perhatian! OJK akan Periksa Transaksi 9 Saham yang Baru IPO
  • Sudah ada 45 calon emiten baru bersiap IPO di tahun 2019