» Detail News

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:49:46 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 194



Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun


Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) ketagihan untuk mencari pendanaan lewat pasar modal. Kali ini aksi korporasi yang bakal dilakukan adalah menerbitkan skema pendanaan kelima berupa Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk kemudian diinvestasikan pada aset infrastruktur seperti di proyek jalan tol.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Desi Arryani dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, Dinfra mirip dengan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Akan tetapi, instrumen tersebut memiliki fitur ekuitas dan utang. Dinfra adalah produk pasar modal sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 52/POJK.04/2017 Tanggal 19 Juli 2017. “Skema itu merupakan satu wadah berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang memberikan fleksibilitas lebih dalam melakukan pencarian dana melalui ekuitas dan hutang dalam satu transaksi,”ujarnya.

Sementara keuntungan bagi investor dapat memperoleh percepatan pendanaan baik dari 'asset recycling' maupun 'debt recycling'. Bagi Jasa Marga, skema itu adalah level selanjutnya dari inovasi skema pendanaan Perseroan, setelah sebelumnya Jasa Marga hanya menerbitkan salah satu antara ekuitas ataupun hutang saja.

Desi juga menambahkan, pihaknya dapat menawarkan Dinfra dengan penawaran terbuka atau terbatas sehingga dapat memperluas calon investor potensial. Pada Dinfra perdana, kata Desi, pihaknya menerbitkan melalui anak usaha yaitu PT Jasamarga Pandaan Tol yang mengoperasikan jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,6 km.”Targetnya dapat memperoleh dana dengan plafon hingga Rp1,5 triliun untuk memperkuat struktur permodalan di proyek-proyek Jalan Tol Jasa Marga," katanya.

Skema pendanaan ini diharapkan menjadi alternatif pendanaan pada level anak usaha sehingga Jasa Marga dapat terus menjaga kinerja perseroan di tengah masifnya pembangunan jalan tol untuk mendukung konektivitas nasional. Menurut Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Silvano Rumantir, Dinfra merupakan produk baru yang sudah dikaji berbagai pihak. Beberapa hari lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya telah mengeluarkan surat efektif untuk instrumen tersebut. “Targetnya tidak banyak yang pertama sekitar US$100 juta atau ekuivalen Rp1 triliun,” paparnya.

Silvano menjelaskan bahwa Dinfra akan sangat bermanfaat bagi Jasa Marga. Pasalnya, instrumen tersebut memiliki dua aset dalam produk yang sama. “Jadi ada aset yang sebagai ekuitas kedua utang yang dapat digunakan sebagai recycle bank loan atau refinancing,” imbuhnya.

Sementara Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Hilmi pernah bilang, Dinfra yang ditawarkan Jasa Marga akan menjadi Dinfra BUMN pertama di Indonesia. Adapun, emiten dengan kode saham JSMR itu telah mendapatkan izin penerbitan efektif dari OJK pada 8 Oktober 2018.

Fakhri mengatakan, JSMR akan menerbitkan Dinfra dengan total nilai Rp1,5 triliun yang akan ditawarkan secara bertahap. Untuk tahap awal, perseroan akan merilis Rp300 miliar."Nanti itu akan diterbitkan secara bertahap. Untuk tahap awal size nya Rp300 miliar," katanya.


Sumber : www.NERACA

  Tag :

jsmr




    Berita Terkait :

  • Volatilitas Masih Menghatui, Perhatikan 4 Saham Ini
  • Dapat kontrak kerja bernilai jumbo, saham-saham BUMN ini layak dilirik
  • Tarif JORR naik, ini rekomendasi saham Jasa Marga (JSMR)
  • Genjot Konstruksi Jalan Tol, Jasa Marga (JSMR) Tempuh Alternatif Pendanaan
  • IHSG Berpotensi Naik, Demikian Juga 4 Saham Ini