» Detail News

Rabu, 10 Oktober 2018 - 15:39:44 WIB

Posting by : DEA
Category    : Economic News - Reads : 20



Sederet Komitmen BI Jaga Rupiah


Membandingkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari sisi level dianggap tidak fair. Apalagi, membandingkan kondisi pelemahan sekarang sama seperti krisis 1997-1998.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menutup Grand Launching CNBC Indonesia di Trans Resort Seminyak, Bali, Rabu (10/10/2018).

"Kami terus menjaga stabilitas nilai tukar. Jangan mengartikan stabilitas pada level, jangan dibandingkan sekarang Rp 15.000," kata Perry.

"Tahun 1997 - 1998, itu dari Rp 3000 menjadi Rp 15.000. Sekarang itu dari Rp 13.300 jadi Rp 15.000. You have to value dari depresiasi dan tingkat volatilitasnya," jelasnya.

Perry mengemukakan depresiasi rupiah saat ini berada di kisaran 10%. Namun jika dibandingkan dengan mata uang negara-negara berkembang lain, pelemahan nilai tukar masih cukup baik.

Lagipula, sambung dia, BI pun telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar. Mulai dari kenaikan bunga acuan, mengeluarkan Domestik Non-Deliverable Forward (DNDF), serta bauran kebijakan lainnya.

"We make our swimming pool. Bukan hanya satu atau dua, tapi banyak sekali. Makanya kami introduce kepada kawan-kawan pengusaha," jelasnya.

"Saya pikir, komitmen kami dan pemerintah bersama-sama untuk mengeluarkan suatu kebijakan yang tujuannya menstabilisasi," ungkapnya.

Sumber : www.CNBCIndo

  Tag :




    Berita Terkait :

  • BI Memperkirakan Laju Inflasi 3,4% Tahun Ini
  • Saham-Saham Sektor Tambang Masih Jadi Jawara Bursa
  • Capitol Nusantara Rugi US$4,31 Juta Hingga Juni 2018.
  • BI Perkirakan CAD Melebar ke 2,9% dari PDB di 2018
  • Jaya Bersama Indo (DUCK) Resmi Melantai, Harga Sahamnya Melonjak 49,50%