» Detail News

Rabu, 26 September 2018 - 14:18:25 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 250



Pemegang Saham Restui Aksi Korporasi FREN - Gelar Rights Isue


Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), pemegang saham menyetujui aksi korporasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melakukan penambahan modal dengan dan tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD dan PMTHMETD). Perseroan menilai penambahan modal lewat rights issue dibandingkan skema lainnya dikarenakan kondisi perekonomian global yang fluktuatif yang menyebabkan bunga pinjaman masih terbilang cukup tinggi dan menyebabkan beban keuangan bagi FREN.

Merza Fachyz, direktur utama FREN mengatakan, aksi korporasi ini menjadi pilihan yang tepat bagi perseroan dalam memperkuat struktur permodalan.”Jadi ini opsi yang tepat untuk perseroan, misalnya kalau melalui pinjaman juga kan leverage perusahaan akan semakin tinggi dengan beban bunga dan lainnya. Sehingga ini opsi yang terkuat bagi kami untuk memperkuat struktur permodalan," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk tahun ini perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 68 miliar saham seri C dengan nilai nominal Rp 100/saham melalui rights issue dengan target dana minimal Rp 6,8 triliun. Sedangkan untuk non HMETD (private placement) melalui penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) akan dilakukan maksimal pada 2 tahun mendatang. Dengan harga yang ditetapkan senilai Rp 120 per saham, perseroan mampu meraih dana segar senilai Rp 1,2 triliun.”Untuk yang right issue nanti harga penawarannya akan dikeluarkan dalam prospektus di minggu ini, selain itu nanti juga ada beberapa pembeli siaga dalam private placement karena kami belum bisa beberkan sekarang ya," ungkap Merza.

Lebih lanjut, anntinya mayoritas dari dana yang dihasilkan melalui aksi tersebut akan digunakan untuk melunasi hutang-hutang yang telah ada. Sedangkan sisanya digunakan untuk modal kerja perseroan. Modal kerja tersbeut diantaranya untuk membayar vendor-vendor yang bekerja sama dengan FREN, biaya operasional hingga kebutuhan spektrum dan gaji pegawai.”Untuk yang rights issue kan minimal itu Rp 6,8 triliun jadi lebih untuk melunasi hutang yang ada seperti di perbankan juga dengan vendor,"kata Merza.

Tahun ini, perseroan menargetkan bisa memiliki 20 juta pengguna hingga akhir tahun 2018. Dimana sepanjang semester I tahun ini, perseroan sudah memiliki sekitar 9,5 juta pelanggan yang keseluruhannya adalah pelanggan long term evolution (LTE). Target jumlah pelanggan Smartfren di tahun ini naik 33,33% dari tahun lalu hanya menargetkan 15 juta pelanggan.

Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren pernah mengatakan, perseroan optimistis bisa mencapai target tersebut mengingat saat ini FREN memang kian gencar menggenjot kinerja dengan berbagai ekspansi. “Salah satunya dengan menambah layanan-layanan baru untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru maupun yang sudah lama, seperti penambahan produk data unlimited yang banyak digemari pelanggan,” tuturnya.

Selain itu, kata Djoko, juga ditunjang kian banyaknya perangkat handphone 4G Open Market Handset (OMH) yang dapat digunakan untuk menikmati layanan Smartfren. “Sekarang banyak produsen handphone yang mengajak kerjasama untuk penggunaan Smartfren. Misal, Samsung saja bundling dengan kita itu sekitar 1.000 perangkat per hari,” ujar Djoko.

Tidak hanya itu, FREN juga bekerja sama dengan Xiomi, Apple untuk produk iPhone 5 hingga iPhone X, Lenovo, Motorola, Evercross, Genpro, LG, Sharp, Haier, Himax, Hisense, Andromax, dan Nubia. “Maka itu kami sangat optimistis mencapai target baik untuk jumlah pelanggan maupun pendapatan. Hanya saja untuk pendapatan saya belum bisa katakan,” imbuhnya.


Sumber : www.NERACA

  Tag :

rights-issue




    Berita Terkait :

  • Berencana rights issue, saham BRI Agro tetap menarik
  • Rights Issue, BRI Agro Targetkan Jadi Bank BUKU III
  • Bank Mayapada Raup Dana Rp 1,331 Triliun - Pemegang Saham Serap Rights Issue
  • Nusantara Infrastructure Tunda Rights Issue
  • Evaluasi Kinerja, KRAS Bakal Gelar RUPSLB