» Detail News

Rabu, 12 September 2018 - 08:26:53 WIB

Posting by : Deny
Category    : Market News - Reads : 406



Usai Libur Nasional, Aksi Emiten-emiten Ini Layak Anda Simak


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah (-0,35%) ke level 5.831,11 poin hari Senin (10/9/2018) lalu. Pergerakan IHSG masih dibebani oleh sentimen melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Delapan sektor saham mengalami pelemahan sepanjang hari Senin, paling besar dialami sektor keuangan yang melemah 0,66%, diikuti kemudian sektor infrastruktur sebesar 0,52%, dan sektor industri dasar 0,48%.

Melewati hari libur nasional yang jatuh kemarin, berikut berbagai aksi emiten yang patut untuk dicermati para investor yang dirangkum oleh CNBC Indonesia hari Rabu (12/9/2018).


1. Akuisisi Pertagas, PGN Pikirkan Opsi Pinjaman dari Luar
PT Perusahaan Gas Negara/PGN Tbk (PGAS) masih mencari alternatif terbaik untuk membayar sisa transaksi integrasi dengan PT Pertamina Gas (Pertagas). Pasalnya, perusahaan perlu mempertimbangkan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi lain.


2. WIKA Raih Kontrak Pengembangan PLTA di Aceh Rp 5,38 T
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyepakati kerja sama investasi pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Peusangan 4 di Aceh yang berkapasitas 120 Megawatt (MW).

Lingkup pekerjaan di antaranya engineering, procurement and construction (EPC) selama 60 bulan dengan nilai kontrak mencapai US$361 juta.
3. CNKO Konversi Utang Rp 761 M Jadi Saham Perusahaan
PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) berniat melunasi utang dengan ditukar saham kepada tiga perusahaan pembiayaan, yaitu PT Sinar Mas Multifinance, PT AB Sinar Mas Multifinance, dan PT Paramitra Multifinance.

Dalam publikasi agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa emiten di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pekan lalu, konversi utang perusahaan itu dilakukan dengan mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-preemptive rights/non-HMETD).


4. Dongkrak Pendapatan, Sumi Indo Tingkatkan Produksi Kabel 15%
PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) menargetkan pertumbuhan produksi pada semester II tahun ini meningkat hingga 15% dibandingkan dengan semester I 2018.

Lebih lanjut, dalam penambahan kapasitas produksi tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$3 juta yang hampir seluruhnya digunakan dalam rangka meningkatkan produksi produk kabel miliknya.


5. Truba Ditendang dari Bursa Karena Tak Benahi Operasional
Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya memutuskan untuk menghapuskan pencatatan efek (delisting) PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB). Perusahaan dinilai tak mampu memenuhi aturan perusahaan tercatat.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna Setia mengatakan bursa mengambil keputusan delisting ini mengingat perusahaan tak mampu menyampaikan rencana operasional perusahaan ke depannya.


6. Punya Saham LPCK, Mantan Komisaris Dihukum OJK
Mantan Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) Hendry Leo telah dijatuhkan sanksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya Hendry dinilai telah melanggar aturan dan tak kooperatif saat pemeriksaan yang dilakukan OJK.

Berdasarkan keterbukaan informasi dari OJK, Hendry tak mengakui memiliki saham di Lippo Cikarang. Padahal dalam aturannya, sebagai komisaris independen dan komite edit dilarang memiliki saham perusahaan secara langsung maupun secara tidak langsung


Sumber : www.BISNIS

  Tag :

lpck,pgas,trub,wika




    Berita Terkait :

  • Gigih Prakoso Resmi Jadi Direktur Utama PGAS yang Baru
  • BEI Pantau Emiten Yang Tidak Memenuhi Aspek Keberlangsungan Usaha
  • Saham PGAS Naik 2,39% Setelah Tiga Hari Koreksi, Ada Apa?
  • Sanksi OJK: Komisaris independen LPCK dilarang jadi komisaris emiten selama 5 tahun
  • Ini penghuni LQ45 dengan volume perdagangan paling tebal