» Detail News

Jumat, 10 Agustus 2018 - 08:10:18 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 165



Trimitra Land Tetapkan Harga IPO Rp390 per Saham


Calon emiten properti PT Trimitra Propertindo Tbk. menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) senilai Rp390 per saham.

Dalam IPO, Trimitra Propertindo akan menawarkan sebanyak 773,3 juta saham, setara dengan 27,66% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Dengan demikian, total dana segar yang berpotensi diraup perseroan mencapai Rp301,6 miliar. 

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbikan perseroan pada Kamis (9/8/2018), penetapan harga ini berada di posisi terbawah dari rentang harga yang ditawarkan selama periode penawaran awal atau bookbuilding pada 13 – 30 Juli 2018, yakni antara Rp390 hingga Rp495 per saham.

Manajemen perseroan mengungkapkan bahwa penetapan harga ini didasarkan atas kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan, permintaan dari calon investor berkualitas, kinerja keuangan perseroan, data dan informasi serta status perkembangan terakhir perseroan.

Harga tersebut juga sudah memperhitungkan kondisi harga beberapa emiten lain yang bergerak di bidang usaha yang sama seperti perseroan. PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek tunggal atas IPO ini dengan jaminan kesanggupan penuh atau full commitment.

Menurut rencana, periode penawaran umum saham perseroan akan dilakukan pada esok, Jumat (10/8/2018) hingga Selasa (14/8/2018) pekan depan. Bila berjalan lancar, saham perseroan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (23/8/2018).

Perusahaan dengan brand Trimitra Land ini hanya akan mengalokasikan 1% dari total saham untuk investor ritel dalam penjatahan terpusat atau pooling allotment, sedangkan bagi investor institusi melalui penjatahan pasti atau fixed allotment maksimal 99%.

Penjatahan akan dilakukan pada Kamis (16/8/2018) dan pengembalian uang pemesanan yang tidak mendapatkan jatah pada Selasa (21/8/2018).

Manajemen perseroan mengungkapkan bahwa resiko utama bisnis perseroan yang harus dipahami investor adalah risiko pasokan bahan bangunan, khususnya semen dan baja. Dalam periode kurangnya bahan bangunan, dapat berdampak buruk terjadap kinerja proyek dan keuangan perseroan.

Sementara itu, resiko yang melekat pada saham yakni adanya potensi kurang likuidnya saham perseroan di pasar serta turunnya harga saham setelah pencatatan di BEI.


Sumber : www.BISNIS

  Tag :




    Berita Terkait :

  • BURSA SAHAM 10 AGUSTUS: Indeks Diprediksi Kembali ke Zona Hijau
  • Pendapatan SMRU Tumbuh Tipis 0,22%
  • BURSA SAHAM 9 AGUSTUS: IHSG Ditutup Melemah 0,49% di 6.065,26
  • Diam-diam Sesi II Saham DYAN Naik 33% karena Asian Games
  • Maju cawapres, harga saham perusahaan Sandiaga Uno terangkat