» Detail News

Kamis, 09 Agustus 2018 - 08:17:24 WIB

Posting by : Deny
Category    : Economic News - Reads : 108



Gelar IPO, Madusari Murni Indah Cari Modal Bangun Pabrik Baru


Calon emiten sektor manufaktur kimia, PT Madusari Murni Indah Tbk. berencana menambah satu pabrik baru yang akan memproduksi etanol. Penambahan pabrik tersebut didorong kapasitas pabrik pertama perseroan yang hampir jenuh.

Pabrik baru tersebut akan dibangun di provinsi Lampung dengan kapasitas produksi etanol mencapai 50.000 kiloliter per tahun. Saat ini, perseroan memiliki satu pabrik di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, yang memiliki kapasitas produksi 80.000 kiloliter etanol per tahun.

Direktur Utama Madusari Murni Indah Arief Goenadibrata menyampaikan produksi pabrik perseroan yang berada di Lawang sudah mencapai 77.000 kiloliter sehingga perseroan menganggarkan investasi hingga Rp550 miliar untuk pembangunan pabrik baru.

“Untuk memenuhi tambahan suplai, kami tidak mampu karena utilisasi pabrik sudah hampir penuh. Makanya sekarang IPO untuk membangun pabrik. Kami menggunakan dana hasil IPO salah satunya untuk itu [membangun pabrik] sehingga total kapasitas produksi Madusari 130.000 kiloliter,” ungkap Arief di Jakarta, Selasa (7/8).

Arief menyampaikan perseroan akan merampungkan pembangunan pabrik di Lampung tersebut dalam waktu 2 tahun. Kendati demikian, perseroan akan mulai menggunakan tambahan produksi pabrik tersebut mulai 2019.

Madusari Murni Indah melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 495.946.000 saham biasa atas nama saham baru. Volume tersebut setara dengan 20% dari modal dan ditempatkan perseroan setelah penawaran umum perdana.

Dari jumlah pelepasan saham tersebut, sebesar 98% merupakan penjatahan pasti (fixed allotment) sedangkan sisanya merupakan pooling allotment, sedangkan 80% dari total saham yang ditawarkan akan dialokasikan untuk investor anchor.

Dengan harga penawaran sebesar Rp500—Rp600, perseroang berpeluan mengantongi dana segar senilai Rp247,97 miliar—Rp297,57 miliar. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan, 94,45% dan atersebut akan digunakan oleh entitas anak untuk membangun pabrik dan membeli mesin.

Sisa dana IPO akan digunakan untuk membangun fasilitas distribusi berupa gudang yang lokasinya tidak jauh dari pabrik perseroan yang berada di Lawang, Jatim. Selain memasarkan ke pasar lokal, perseroan juga mengekspor sekitar 40% produk enthanolnya ke beberapa negara seperti Taiwan, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

“Saat ini konsumen terbesar kami merupakan industri kosmetik, mencapai 30% dari total penjualan,” jelas Arief.

Direktur Keuangan Madusari Murni Indah Yonky Saputra Sim menyampaikan perseroan akan menggunakan dana IPO sebesar Rp200 miliar untuk pembangunan pabrik baru, ditambah dengan pinjaman bank sebesar Rp150 miliar dan sisanya diperoleh dari ekuitas perseroan.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10%. Berdasarkan dokumen perseroan, calon emiten yang akan menggunakan ticker MOLI tersebut membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp87,62 miliar pada 2017. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan dapat mencapai Rp1,4 triliun, dari Rp1 triliun pada 2017.

Pada kuartal I/2018, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp277,54 miliar, meningkat 2,14% dibandingkan kuartal I/2017. Laba tahun berjalan perseroan pada periode tersebut mencapai Rp31,7 miliar, meningkat 75,4% dari kuartal I/2017.


Sumber : www.BISNIS

  Tag :

penawaran-umum-terbatas




    Berita Terkait :

  • Lion Air dan Anak Usaha HITS Siap IPO
  • BEI mengerek target IPO tahun depan jadi 35 perusahaan
  • MD Entertainment Tawarkan Harga Saham IPO Rp 210/Saham
  • Harga penawaran IPO MD Entertainment Rp 210 per saham
  • 3 Perusahaan Ini Tunda IPO karena IHSG Belum Stabil