» Detail News

Senin, 14 Mei 2018 - 08:15:12 WIB

Posting by : Fransiska Lintang
Category    : Economic News - Reads : 56



Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 3,9 M di Kuartal I-2018


Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I-2018 mencatat defisit seiring dengan menurunnya surplus transaksi modal dan finansial. Defisit NPI pada kuartal I-2018 tercatat US$ 3,9 miliar.

Demikian dikutip dari keterangan tertulis Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Dengan perkembangan NPI tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2018 tercatat sebesar US$ 126,0 miliar. Jumlah cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.

NPI diperkirakan tetap baik sehingga dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal. BI akan terus mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi prospek NPI, antara lain peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global, kecenderungan penerapan inward-oriented trade policy di sejumlah negara, dan kenaikan harga minyak dunia.

BI terus menempuh bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural, sehingga ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga.

Sedangkan defisit transaksi berjalan tercatat US$ 5,5 miliar (2,1% dari PDB) pada kuartal I-2018. Angka ini lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya US$ 6 miliar (2,3% dari PDB).

Penurunan defisit transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh penurunan defisit neraca jasa dan peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder. Penurunan defisit neraca jasa terutama dipengaruhi kenaikan surplus jasa perjalanan seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan menurunnya impor jasa pengangkutan (freight).

Peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder sejalan dengan naiknya penerimaan remitansi dari pekerja migran Indonesia. Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas menurun terutama dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas.

Impor non migas juga menurun meski lebih terbatas, dengan impor barang modal dan bahan baku masih berada pada level yang tinggi sejalan dengan kegiatan produksi dan investasi yang terus meningkat.

Transaksi modal dan finansial kuartal I-2018 tetap mencatat surplus di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal I-2018 tercatat US$ 1,9 miliar, terutama ditopang oleh aliran masuk investasi langsung yang masih cukup tinggi. Hal ini mencerminkan tetap positifnya persepsi investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Namun demikian, surplus transaksi modal dan finansial kuartal I-2018 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya. Penurunan surplus tidak terlepas dari dampak peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global yang kemudian mengakibatkan penyesuaian penempatan dana asing di pasar saham dan pasar surat utang pemerintah.

Penurunan surplus juga dipengaruhi oleh komponen investasi lainnya yang tercatat defisit, terutama dipengaruhi naiknya penempatan simpanan sektor swasta pada bank di luar negeri.

Sumber : www.detik.com

  Tag :




    Berita Terkait :

  • Bekasi Fajar Bagi Dividen Rp96,47 Miliar
  • Benakat Integra (BIPI) Ganti Nama Jadi Astrindo Nusantara Infrastruktur
  • Humpuss Intermoda Transportasi Tebar Dividen Rp20 Miliar
  • Ramalan IMF Soal Nasib Ekonomi RI di Tahun Politik
  • MAPI Pasang Target Penjualan 2018 Tumbuh 15%