» Detail News

Senin, 16 Oktober 2017 - 08:48:39 WIB

Posting by : Fransiska Lintang
Category    : Market News - Reads : 456



ROTI Harapkan Kontribusi Filipina Terasa 2018


PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) belum berpuas diri setelah masuk ke pasar Filipina dengan pembangunan pabrik di negeri itu. Perusahaan ini tengah bersiap untuk melebarkan sayap ke negara-negara tetangga lainnya.

Adapun proyek pabrik di Filipina yang merupakan pabrik hasil patungan dengan Monde Nissin Corporation yang bernama Sarimonde Foods Corporation akan selesai pada akhir tahun ini.

Dalam proyek itu, ROTI memiliki porsi saham mayoritas, sekitar 55% dan 45% dipegang oleh Monde Nissin.

Untuk pembangunan pabrik anyar itu, emiten berkode ROTI ini merogoh kocek Rp 100 miliar yang diambil dari belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini yang totalnya Rp 498 miliar.

Adapun, sisa belanja modal sekitar Rp 398 miliar akan digunakan untuk perawatan dan memaksimalkan kinerja perseroan selama 2017.

Public Relations ROTI, Stephen Orlando bilang, pembangunan pabrik Sarimonde Foods Corporation di Filipina ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2017. "Kami harapkan selesai akhir tahun ini agar mulai beroperasi pada Kuartal I 2018," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (13/10).

Sayangnya Stephen tak mengungkapkan, berapa kontribusi produksi pabrik di Filipina kepada pendapatan perusahaan. Namun, yang pasti pabrik di Filipina bukanlah pabrik terakhir yang akan dibangun oleh ROTI.

Dia menjelaskan, bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan jika nantinya ROTI akan menyasar ke pasar-pasar negara tetangga selain Filipina. "ROTI selalu terbuka terhadap peluang-peluang yang ada," imbuh dia.

Namun, sayangnya Stephen enggan memberitahu mengenai pertumbuhan penjualan ROTI hingga bulan Oktober 2017, akan tetapi ia mengatakan jika tren penjualan pada semester II mengalami pertumbuhan yang cukup baik.

"Tren penjualan terus menunjukkan pertumbuhan di semester dua ini, dan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan perusahaan," terangnya.

Sekedar informasi, pada semester I 2017, ROTI hanya mencatatkan pendapatan Rp 1,2 triliun atau turun 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun laba bersih ROTI juga terjun bebas. Pada semester I 2017, keuntungan perusahaan hanya Rp 46 miliar, turun 64% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat Rp 129 miliar.

Saat ini, ROTI mengoperasikan total 10 pabrik di dalam negeri dan dan penambahan 1 pabrik di Filipina pada tahun ini. Stephen juga pernah bilang bahwa ROTI selain membangun pabrik di Filipina, juga akan membangun 45 pabrik lagi di Pulau Jawa.

Menurut Antonius, IGAR memang fokus pada kemasan farmasi karena memiliki mesin produksi yang punya spesialisasi memproduksi kemasan tersebut. Namun pasar kemasan farmasi hanya tumbuh sedikit, Antonius menilai, permintaan obat-obatan dari program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) mempengaruhi keuntungan dari industri kemasan.

"Memang ada pertumbuhan, tapi harga-harga menurun semua," ungkap Antonius. Sampai saat ini IGAR belum akan melakukan ekspansi, perseroan hanya melakukan beberapa pembelian mesin baru untuk menunjang produksi.

Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

roti




    Berita Terkait :

  • ROTI Rencana Tambah Lima Pabrik
  • ROTI Catatkan Penurunan Laba 67%
  • ROTI Rights Issue 1,15 Miliar Saham
  • Produk Baru ROTI Bisa Kembangkan Kinerja
  • ROTI Tengah Menggelar Studi Potensi Pasar