» Detail News

Senin, 27 Maret 2017 - 09:53:49 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 608



PPRO Gandeng BIJB Garap Business Park di Kertajati


PT PP Properti Tbk (PTPP) menggandeng PT BIJB Aerocity Development (PT BIJB AD) anak perusahaan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) untuk membentuk usaha patungan guna mengembangkan kawasan bisnis di kawasan Bandar Udara Kertajati, Jawa Barat.

Perusahaan patungan tersebut nantinya akan mengembangkan Business Park 1 dengan luas lahan sekitar 300 ha. Kawasan bisnis ini akan dibangun dengan konsep mixed use yang terdiri dari hotel, apartemen, serta kantor. Kedua pihak telah meneken kerja sama dan pembentukan perusahaan patungan pada Jumat (24/3).

PPRO akan mengembangkan lahan tersebut secara jangka panjang. “Proyek ini merupakan rencana jangka panjang PPRO sebagai pengembang properti yang memiliki keahlian dalam pengembangan produk mixed use. Hal ini juga akan menopang pendapatan dan laba perusahaan dalam jangka panjang,” kata Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti dalam keterangan resmi, Minggu (26/3).

Sementara, Alfiansyah, Direktur PT BIJB Aerocity Development menyatakan, kerja sama tersebut merupakan satu langkah strategis bagi PT BIJB AD. Dengan pengalaman PPRO di bidang properti, pihaknya optimis kerjasama pengembangan kawasan Kertajati Aerocity ini akan berjalan baik dan saling menguntungkan.

Sementara, Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra berharap dengan segera beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat, maka Aerocity juga mulai dikembangkan dan memberikan kontribusi positif bagi Majalengka dan Jawa Barat.

BIJB merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Perda No. 22 Tahun 2013 dan kemudian didirikan pada 24 November 2014. Perusahaan ini bertanggung jawab untuk pembangunan sisi darat serta pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat, juga mengembangkan Kawasan Aerocity yang terintegrasi dengan Bandara untuk mengembangkan perekonomian di sekitarnya.

Konsep Kawasan Aerocity merupakan yang pertama di Indonesia. Kawasan ini akan mengintegrasikan perencanaan kota, perencanaan bisnis, dan struktur transportasi.

Rencana aksi pengembangan kawasan itu telah disusun oleh BIJB Aerocity Development. Kemudian, BIJB Aerocity Development akan mencari rekan yang strategis untuk mengembangkan Kota Bandar Udara dengan konsep Compact Mixed Use.

Dari sisi proses kepatuhan hukum, izin prinsip ditargetkan akan selesai pada kuartal 1 2017 dan selanjutnya pemilihan rekan diharapkan terlaksana pada kuartal II 2017. Adapun, akuisisi lahan fase 1 akan selesai pada tahun 2019.

Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

ppro




    Berita Terkait :

  • PP Property Raih Laba Rp365,38 Miliar
  • Modal Ekspansi PP Properti Rp 1,5 T, Ini Daftarnya
  • PPRO Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun pada 2017
  • PPRO Baru Realisasikan Belanja Rp 400 Miliar
  • PPRO Bidik Pendapatan Berulang Hingga 15%