» Detail News

Rabu, 15 Maret 2017 - 09:17:16 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 916



WSBP Anggarkan Capex Rp 1,9 Triliun untuk Ekspansi


PT Waskita Beton Precast Tbk akan terus menggenjot ekspansi tahun ini. Perusahaan yang tercatat di Bursa Saham Indonesia (BEI) dengan kode emiten WSBP ini akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,9 triliun.

Separuh dari belanja modal tersebut akan dianggarkan dari dana IPO dan setengahnya lagi akan diandalkan dari pinjaman perbankan. "Dana tersebut akan kita digunakan untuk tambah dua pabrik, beli batu quarry, dan plant batching," kata Jarod Subana, Direktur Utama WSBP, Selasa (14/3).

WSBP berencana membangun pabrik di Penajam Kalimantan Timur di atas lahan 10 hektare (ha). Pabrik ini tersebut rencananya akan dibangun secara bertahap dengan kapasitas 300.000 ton per tahun. Namun untuk tahun ini, WSBP akan membangun pabrik sekitar 100.000 ton terlebih dahulu.

Sementara satu pabrik lagi rencananya akan ditambah di Medan Sumatera Utara lewat akuisisi. Saat ini, rencana akuisisi tersebut masih dalam tahap appraisal (penilaian harga). Waskita Beton akan mengakuisisi pabrik pracetak yang saat ini berkapasitas 100.000 ton per tahun dengan luas lahan 4 ha.

Namun, pabrik tersebut bisa dikembangkan dengan kapasitas 300.000 ton per tahun dan akan mulai dibangun pada Juli mendatang. Pabrik tersebut ditujukan untuk menggarap proyem tol di Trans Sumatera.

Tahun 2017, WSBP menargetkan kapasitas produksi 3,25 juta ton per tahun dari 10 pabrik dengan melakukan penambahan kapasitas di dua Pabrik eksisting yakni Jakabaring Palembang dan Sidoarjo Jawa Timur.

WSBP optimis bisa meraup pendapatan hingga Rp 7,7 triliun dan laba bersih Rp 1,1 triliun di tahun ini.

Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

capital-expenditure,wsbp




    Berita Terkait :

  • ADHI Kerek Naik Belanja Modal 2017
  • LPCK Anggarkan Capex Rp 250 M di 2017
  • WSBP Bangun Dua Pabrik di Kuartal II-2017
  • Grup Astra Menyiapkan Belanja Rp 20 Triliun
  • ESSA Anggarkan Capex US$ 500 Juta