» Detail News

Selasa, 03 Desember 2019 - 11:02:39 WIB

Posting by : DEA
Category    : Corporate News - Reads : 13



Wijaya Karya (WIKA) Berencana Terbitkan Global Bond Di Penghujung 2020


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana menerbitkan obligasi global berdenominasi rupiah di penghujung 2020. Adapun nilai yang akan diterbitkan sekitar Rp 5 triliun - Rp 6 triliun. Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu mengatakan, rencananya dana hasil penerbitan obligasi global tersebut akan digunakan untuk refinancing obligasi global yang akan jatuh tempo pada Januari 2021.

"Kita lagi mau menerbitkan lagi, yang paling bagus global bond rupiah, atau global bond biasa tergantung situasi hedging-nya tinggi atau tidak," ujar Ade saat ditemui beberapa awak media, Selasa (3/12). Adapun, global bond yang dimaksud jatuh tempo pada Januari 2021 adalah surat utang jangka menengah (medium term notes) Komodo Bonds. WIKA menerbitkan Komodo Bonds pada Januari 2018 lalu sebesar Rp 5,4 triliun dan tercatat di bursa London.

Berdasarkan catatan Kontan, pada saat penawaran Komodo Bonds mengalami oversubscribed hingga hampir 250% dari target atau mencapai Rp 13,5 triliun. Selain Komodo Bonds, WIKA juga tercatat memiliki total lima MTN senilai Rp 1,8 triliun yang akan jatuh tempo pada tahun depan hingga tahun 2024. MTN ini diterbitkan oleh anak perusahaannya yaitu WIKA Realty.

Bila dirinci, MTN V WIKA Realty Tahun 2017 senilai Rp 250 miliar akan jatuh tempo pada 8 November 2020, kemudian MTN VI Wika Realty Tahun 2017 senilai Rp 500 miliar akan jatuh tempo pada 24 Oktober 2020. Kemudian MTN VII WIKA Realty Tahun 2018 senilai Rp 205 miliar akan jatuh tempo pada 25 Januari 2021, MTN VIII WIKA Realty Tahun 2019 akan jatuh tempo pada 26 Juli 2022 dan MTN IX WIKA Realty Tahun 2019 akan jatuh tempo pada 28 Agustus 2024.

Sumber : www.Kontan

  Tag :




    Berita Terkait :

  • ANTM Jajaki Utang Bank
  • Nilai Divestasi MDIA Bisa Capai Rp 1,75 Triliun
  • KAEF Mulai Bangun Pabrik Bahan Baku
  • PBRX Catatkan Kenaikan Laba 172%
  • BI Mulai Mengintervensi Rupiah