» Detail News

Selasa, 03 Desember 2019 - 10:40:58 WIB

Posting by : DEA
Category    : Market News - Reads : 15



Bali United Juara Liga 1 2019, Saham BOLA Meroket!


Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pemilik klub sepak bola Bali United Senin kemarin (2/12/2019) berada pada tren rendah di level Rp 340/saham saat ditutup minus 3,41% setelah Bali United berhasil memastikan gelar juara Liga 1 2019. Bali United keluar sebagai juara Liga 1 2019 usai mengalahkan Semen Padang 2-0 di Stadion Haji Agus Salim, Senin (2/12), seperti dikutip CNN Indonesia. Dua gol kemenangan Serdadu Tridatu dicetak Ilija Spasojevic di babak kedua. Gol pertama Spasojevic tercipta di menit ke-51 memanfaatkan umpan lambung dari Yabesroni.

Raihan tiga poin itu sudah cukup untuk mengantar Bali United juara Liga 1 2019 dengan koleksi 63 poin. Dengan demikian, perolehan poin Bali United tidak terkejar oleh rival terdekatnya Borneo FC yang mengemas 46 angka. Namun pada perdagangan Selasa pagi ini (3/12/), saham BOLA langsung melesat 8,24% di level Rp 368/saham. Sebelumnya, Borneo hanya mampu bermain imbang 2-2 saat melawat ke markas PSM Makassar. Hasil imbang di Makassar memberikan jalan bagi Bali United untuk mengunci gelar juara kompetisi teratas di Indonesia. Ini menjadi gelar kedua bagi pelatih Stefano 'Teco' Cugurra setelah musim lalu sukses mengantar Persija Jakarta juara Liga 1 2018.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Selasa ini, harga saham Bali United dalam sebulan terakhir naik 0,56% dan 3 bulan terakhir minus 2,69% dengan kapitalisasi pasar Rp 2,17 triliun. Secara year to date, asing sudah masuk ke saham BOLA mencapai Rp 54,7 miliar. Namun jika membandingkan dengan harga saat pencatatan perdana di BEI 17 Juni 2019 yakni di level Rp 175/saham, maka level harga saat ini masih cuan 110%.

Bali United menjadi emiten klub sepak bola pertama yang merumput di bursa saham Indonesia. Ketika itu, Bali United menawarkan sebanyak 2 miliar atau 33,33% sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Dengan demikian perusahaan memperoleh dana senilai Rp 350 miliar.

Dana ini akan digunakan untuk belanja modal seperti pengembangan fasilitas, perekrutan pemain atau pelatih, penyelenggaraan acara, pengembangan akademi dan ekspansi outlet Bali United Store. Kegiatan utama perusahaan saat ini dibagi dalam tiga segmen, mencakup manajemen klub sepak bola profesional, sport agency dan kafe atau restoran.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan yang dimiliki oleh Pieter Tanuri ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 119,42% year-on-year (YoY) menjadi Rp 115,2 miliar. Pendapatan tahun lalu dapat tumbuh fantastis karena ada peningkatan harga tiket yang naik hampir 43% menjadi Rp 50.000.

Terlebih lagi sepanjang tahun 2018, jumlah penonton dan pertandingan yang dilangsungkan juga meningkat cukup signifikan. Aktivitas bisnis pada manajemen klub sepak bola termasuk di dalamnya pengelolaan, akademi sepak bola usia muda, penjualan jersey dan merchandise klub.

Adapun untuk bisnis sport agency meliputi penyediaan sponsor, video streaming pertandingan sepak bola, dan pembuatan video iklan sponsor. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek saat itu yakni PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas Indonesia.

Sumber : www.CNBC Indo

  Tag :




    Berita Terkait :

  • ANTM Jajaki Utang Bank
  • Nilai Divestasi MDIA Bisa Capai Rp 1,75 Triliun
  • KAEF Mulai Bangun Pabrik Bahan Baku
  • PBRX Catatkan Kenaikan Laba 172%
  • BI Mulai Mengintervensi Rupiah