» Detail News

Kamis, 22 September 2016 - 09:33:00 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 830



Peningkatan Ekspor Dorong Kinerja SMGR


Performa industri semen nasional membaik di semester kedua tahun ini. Salah satunya adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang mencatatkan kenaikan penjualan ekspor dua kali lipat pada bulan Agustus tahun ini.

Per Agustus, ekspor SMGR sudah mencapai 86.800 ton. Setahun sebelumnya, ekspor cuma 30.140 ton. Jadi ada kenaikan 187%. Lonjakan permintaan berasal dari Bangladesh, Filipina, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.

Sementara akumulasi ekspor perusahaan ini di periode Januari-Agustus 2016 naik 4,1% menjadi 360.400 ton dari 346.300 ton di periode yang sama tahun lalu. Ekspor SMGR bulan ini diperkirakan bakal meningkat lagi karena perusahaan mulai memasok kebutuhan semen di Taiwan mulai bulan ini.

Analis NH Korindo Securities Raphon Prima mengatakan, SMGR membukukan pendapatan Rp 6,4 triliun di kuartal kedua tahun ini, atau naik 2,4% dibanding kuartal kedua tahun lalu. Pencapaian tersebut melebihi ekspektasi Raphon sebesar Rp 6,1 triliun.

Kebijakan menurunkan harga jual rata-rata atau average selling prices (ASP) membuat penjualan SMGR mengalami kenaikan. "Hal ini menandakan kemampuan perusahaan bersaing dalam kompetisi yang sengit setelah banyak pendatang baru ke pasar domestik, yang memicu perang harga," kata Raphon dalam riset yang diterima KONTAN, Rabu (21/09).

Pangsa pasar

Muhammad Al Amin, analis Millenium Danatama Sekuritas, memperkirakan, sampai akhir tahun ini pertumbuhan penjualan ekspor SMGR sekitar 4%-5%. Selanjutnya, SMGR akan mengoperasikan dua pabrik baru, yakni di Indarung VI Sumatra Barat dan di Rembang Jawa Tengah, dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton per tahun.

Dengan demikian, total kapasitas produksi SMGR akhir tahun ini bertambah menjadi 37,5 juta ton. "Dengan total kapasitas produksi yang cukup besar, kemungkinan perseroan akan menahan ekspansi tahun depan di tengah kondisi oversupply," kata Al Amin.

Dengan kekuatan kapasitas produksinya, SMGR akan menunjukkan superioritasnya di tengah peningkatan permintaan. Al Amin yakin SMGR bisa mempertahankan pangsa pasar di atas 40% tahun ini. Tambah lagi, proyek infrastruktur pemerintah dan pulihnya sektor properti tahun depan turut memberikan sentimen positif bagi SMGR.

Al Amin menilai, SMGR memiliki jaringan distribusi yang luas. Strategi bisnis mempertahankan harga jual rata-rata yang rendah juga menjadi nilai plus. Tapi, penurunan harga jual rata-rata membuat gross margin SMGR turun 60 basis poin, dari 40,3% di kuartal I jadi 39,7% di kuartal II.

Raphon memasang target harga SMGR Rp 13.825 per saham, dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut didapat dari estimasi forward price earning (P/E) multiple sebesar 15,6 kali.

Saat ini SMGR diperdagangkan secara diskon pada level 11,5 kali forward P/E. Sedang Al Amin merekomendasikan beli saham SMGR dengan target Rp 13.475 per saham.

Mimi Halimin, analis Daewoo Securities, merekomendasikan tahan saham SMGR dengan target Rp 10.200. Pada perdagangan kemarin (21/09), harga saham SMGR terkoreksi 1,75% jadi Rp 9.825 per harga saham.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

smgr




    Berita Terkait :

  • Ekspor Semen SMGR Melonjak 187%
  • SMGR Perkuat Sayap Bisnis di Luar Negeri
  • Pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Rembang Capai 90%
  • SMGR Bakal Garap Pasar Australia Tahun Ini
  • Sinergi Krakatau Steel Dan Semen Indonesia Hasilkan Pabrik Semen Baru