» Detail News

Rabu, 14 September 2016 - 09:29:20 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 1076



Kupon Global Bond POWR Dipatok 4,95%


PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) menerbitkan surat utang global (global bond) sebesar US$ 550 juta. Obligasi yang diterbitkan melalui anak usahanya di Singapura, Listrindo Capital B.V itu mematok kupon yang lebih murah, yakni 4,95%.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Singapura, Selasa (13/9), obligasi tersebut memiliki tenor 10 tahun alias jatuh tempo pada tahun 2026 mendatang.

Barclays Bank Plc dan Deutsche Bank AG bertindak sebagai lead managers dan bookrunners. Dana dari obligasi ini akan langsung digunakan untuk melunasi obligasi sebelumnya senilai US$ 500 juta berbunga 6,95%. Surat utang itu akan jatuh tempo pada 21 Februari 2019 mendatang.

Belum lama ini, S&P meningkatkan peringkat kredit korporasi jangka panjang POWR dan peringkat surat utang 2019 itu dari BB- menjadi BB.

Direktur Keuangan POWR Christanto Pranata sebelumnya mengatakan, dengan penerbitan obligasi baru, perseroan memang berharap bisa menurunkan beban bunga dan memperpanjang tenor utang.

Hingga Semester I 2016, utang POWR memang hanya berasal dari obligasi perseroan yang diterbitkan pada tahun 2012 tersebut. Liabilitas jangka pendek perseroan kebanyakan berasal dari utang usaha.

Khusus untuk ekspansi, POWR sudah mendapatkan dana dari penawaran perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 2,4 triliun. Dana dari IPO baru akan diserap untuk ekspansi tahun depan.

POWR menyiapkan belanja modal sebesar US$ 130 juta pada tahun ini. Sepanjang Semester I 2016, perseroan sudah menyerap belanja modal sebesar US$ 70 juta. Lalu sisa belanja modal akan digunakan untuk menyelesaikan proyek pembangkit listrik berbahan bakar batubara di Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

PLTU Babelan memiliki total kapasitas 280 MW dengan nilai investasi sebesar US$ 475 juta. Saat ini pembangunan proyek pembangkit listrik itu sudah mencapai 86%. Dengan beroperasinya pembangkit tersebut, total kapasitas listrik terpasang POWR di akhir tahun bisa mencapai 1.144 MW.

Beban Bunga Turun

Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities mengatakan, penerbitan surat utang itu membuat prospek POWR lebih menarik. "Kupon yang diperoleh cukup kompetitif untuk perseroan dan bisa menurunkan beban bunga," ujarnya.

Menurutnya, POWR memang cukup ekspansif dalam memperbesar kapasitas listriknya di tengah kebutuhan listrik yang besar. "Jika proyek perluasan kapasitas pembangkit listrik yang terbaru sudah selesai, kinerjanya akan terdongkrak," imbuh Reza.

Ia merekomendasikan Buy untuk saham POWR dengan target harga Rp 1.800-Rp 2.000 per saham. Saham POWR ditutup turun 0,69% ke level Rp 1.440 pada perdagangan kemarin.


Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :

obligasi,powr




    Berita Terkait :

  • POWR Siapkan Investasi US$ 60 Juta di Semester II
  • MYOR Sudah Gunakan 92,51% Dana Hasil Obligasi IV
  • PT PP Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar
  • MAPI Terbitkan Obligasi Rp 1,08 T
  • IPO, Investor Asing Serap 75% Saham POWR