» Detail News

Rabu, 09 Oktober 2019 - 10:41:00 WIB

Posting by : Deny
Category    : Market News - Reads : 19



Pelemahan 14 Saham Seret JII Turun 0,22 Persen


Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), kompak bergerak fluktatif pada perdagangan pagi ini, Rabu (9/10/2019), bersama IHSG.

Berdasarkan data Bloomberg, JII turun 0,22 persen atau 1,45 poin ke level 667,96 pada pukul 09.44 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (8/10), JII berakhir di level 669,42 dengan kenaikan 0,58 persen atau 3,83 poin.


Indeks syariah tersebut mulai tergelincir dari penguatannya ketika dibuka melemah 0,42 persen atau 2,82 poin di posisi 666,60 pada Rabu (9/10). Sepanjang perdagangan pagi ini, JII bergerak fluktuatif di level 665,67 – 669,29.

Sebanyak 13 saham menguat, 14 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 30 saham syariah yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS) yang masing-masing turun 0,45 persen dan 4,87 persen menjadi penekan utama atas pergerakan JII di zona merah pagi ini.

Di sisi lain, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) yang masing-masing naik 0,49 persen dan 1,25 persen menjadi pendorong utama JII sekaligus membatasi besar pelemahannya.

Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau turun tipis 0,01 persen atau 0,60 poin ke level 6.039 pada pukul 09.44 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,15 persen atau 9,14 poin di posisi 6.030,46.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.021,36 – 6.047,79.

Sebanyak 178 saham bergerak menguat, 109 saham bergerak melemah, dan 369 saham stagnan dari 656 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 0,41 persen dan 0,77 persen menjadi penekan utamanya

Sumber : www.bisnis

  Tag :




    Berita Terkait :

  • Waskita Beton Precast Meraup Rp 5,1 Triliun
  • Sembilan Saham Masuk Radar Forced Delisting
  • ECB Pertahankan Suku Bunganya Tak Berubah
  • RMBA Bantah Diuntungkan Isu Harga Rokok Rp 50.000
  • TOTL Jajaki JV dengan Kontraktor Asing